Konsekwensi Identitas Pers Islam
February 18, 2008 at 8:07 am | In ARTIKEL | Leave a CommentTags: ARTIKEL
Oleh Ariyandi Gunawan
Memaknai identitas pers didalamnya terdapat unsur institusi, profesi, seperangkat aturan, berita atau isi media, dan medianya sendiri. Sementara bila ada suatu identitas pers islam, maka semua unsur yang terdapat dalam pers tersebut haruslah berhubungan dengan islam. Sehingga ketika memaknai pers islam, dalam pandangan penulis, terdapat semacam konsekwensi identitas yang seluruhnya merujuk pada adanya hubungan antara identitas pers dengan islam.
Ada tiga konsekwensi identitas yang menurut penulis bisa dijadikan rujukan untuk memaknai pers islam, atau menghubungkan antara pers dengan islam. Pertama, seperangkat aturan yang melingkupi unsur profesinya haruslah sesuai dengan ajaran islam. Kedua, institusi dan pengelola medianya harus berlatar belakang islam. Ketiga, isi mediannya (berita atau informasi) yang disampaikan kepada khalayak harus mengandung nilai-nilai islam, baik dalam suatu persoalan maupun solusinya.
Seperangkat aturan yang melingkupi unsur profesi sampai saat ini penulis belum menemukan adanya kode etik profesi jurnalis islam atau ide jurnalisme islam. Padahal sepengetahuan penulis, ada lembaga representative yang bisa membentuk seperangkat aturan tersebut sesuai dengan ajaran islam, misalnya Forum Media Islam.
Mengenai seperangkat aturan yang melingkupi unsur profesi jurnalis islam, banyak sekali terdapat ayat-ayat Al-Quraan maupun Hadist yang bisa di jadikan sebagai rujukan. Sebagai contohnya, wartawan (jurnalis) dituntut agar menjauhi prasangka (QS. Al-Hujurat:12). Wartawan harus selektif dalam memilih nara sumber / saksi dalam peristiwa.(Al-Hujurat:6). Wartawan harus mampu mengungkapkan fakta secara benar dan objektif. (QS. Al-Isra 36).
Konsekwensi identitas yang kedua, institusi dan pengelola medianya harus berlatar belakang islam. Intitutusi media yang berlatar belakang islam, bukan berarti harus dari organisasi, yayasan, atau organisasi politik dari islam. Paling tidak intitusi media tersebut memiliki hubungan kuat dengan organisasi-organisasi dakwah islam. Selain itu, pengelolanya atau seluruh awak redaksinya, baik itu wartawan, redaktur, pimpinan redaksi, dan lainnya, sebagain besar harus beragama islam. Hal ini diupayakan agar memiliki ikatan yang sangat kuat antara profesi dengan nilai-nilai islam. Sehingga semua produk yang dihasilkannya (media) bertangungjawab terhadap keberlangsungan profesi jurnalis sekaligus nilai-nilai Islam.
Konsekwensi identitas yang ketiga, isi mediannya (informasi) yang disampampaikan kepada khalayak, harus mengandung nilai-nilai islam, baik dalam suatu persoalan maupun solusinya. Informasi yang mengandung nilai-nilai islam bisa berupa persoalan umat islam, maupun persoalan umum. Mengapa harus ada persoalan umum? Karena nilai-nilai islam memang ditujukan bukan hanya untuk umat islam semata. Nilai-nilai islam juga ditujukan untuk seluruh umat manusia.
Sejarah pers islam di Indonesia, sedikitnya telah mencatat bahwa pers islam terlihat kurang menyentuh pada persoalan umum, yang solusinya berdasarkan nilai-nilai islam. Sehingga pers islam terlihat seakan-akan hanya melayani kepentingan umat islam semata. Hal ini terjawantahkan dalam hasil survey yang dilakukan Litbang Redaksi Republika dan The Asian Foundation pada tahun 1998-1999 terhadap 34 pers islam di Indonesia yang terbit antara 1970-1993. Survei tersebut secara sederhana merumuskan bahwa pers islam sebagai “pers yang dalam kegiatan jurnalistiknya melayani kepentingan umat islam baik yang berupa materi (misalnya kepentingan politik) maupun nilai-nilai”.
Melayani kepentingan umat islam tentunya merupakan fokus utama pers islam. Itu juga mungkin merupakan tugas pokok pers islam yang tidak boleh ditinggalkan meskipun dengan tantangan yang sangat berat. Namun, akan lebih lengkap sekiranya pers islam juga menonjolkan persoalan umum dengan solusi islami. Nah, itulah mungkin yang sekarang harus mendapatkan perhatian dari kalangan pers islam, atau unsur pengelola media islam.[]
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



