Home > Tsaqafah Islamiyah > Karakteristik Pers Islam

Karakteristik Pers Islam

Oleh: Ari Ariyandi Gunawan

Pers Islam harus berusaha membentuk karakteristik sebagaimana sifat-sifat dasar Rasulullah Saw yang terdiri dari; shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Sehingga dalam hal ini,  pers islam harus mampu meneladani sifat-sifat dasar tersebut sebagai suatu bagian dari meneladani akhlak Rasulullah saw.

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21).

Penjelasan mengenai sifat-sifat dasar Rasulullah saw dan apa yang harus dilakukan pers Islam dalam meneladaninya diterangkan sebagaimana berikut ini:

Shiddiq

Shiddiq berarti benar. Maksudnya, Nabi Muhammad saw adalah pembawa kebenaran. Apa yang diucapkan Nabi saw adalah kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).(Q.S.An-Najm[53]:4).

Sebagai pembawa kebenaran, Nabi Muhammad saw tentunya memiliki kepribadian yang sangat jujur. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, beliau memiliki kepribadian yang sangat jujur sehingga mendapat gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya) dalam lingkungan sosialnya.

Maka apa yang seharusnya dilakukan  pers Islam dalam meneladani sifat siddik tersebut adalah menyajikan pemberitaan atau isi siaran yang jujur; fakta dan data diterangkan secara benar, objektif, dan jelas sumbernya,  kemudian berpihak kepada ideologi Islam.

Amanah

Amanah berarti bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah pribadi yang sangat bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan atau apa saja yang diembankan kepadanya. Sehingga beliau adalah pribadi yang selalu melaksanakan segala urusan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, menepati janji, dan tidak pernah berkhianat.

Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesunguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisa [4]:58)

Maka dari sini, pers Islam yang meneladani sifat amanah adalah pers yang bekerja secara profesional, proporsional, objektif, dan bertangung jawab sosial.

Tabligh

Tabligh berarti menyampaikan. Maksudnya, Rasulullah saw selalu menyampaikan ajaran Islam kepada umatnya.

Allah SWT berfirman:

Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan dari Tuhanmu..”(Q.S. Al-Maidah [5]:67).

Karena memiliki sifat tabligh, tentunya Rasulullah Saw merupakan pribadi yang sangat komunikatif. Maka bagi pers Islam yang meneladani sifat tabligh Rasulullah saw harus selalu menyampaikan kebenaran Islam secara terus terang dan komunikatif kepada khalayaknya.

Fathonah

Rasulullah Muhammad saw memiliki sifat fathonah yang berarti cerdas. Kecerdasan Rasulullah saw dapat dilihat dari bagaimana beliau menyusun dakwah, strategi berpolitik, berperang dan lain-lain. Selain memiliki sifat yang cerdas, beliau juga mencerdaskan karena ajaran Islam yang disampaikannya merupakan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.

Allah SWT berfirman:

Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. (Q.S.Ali-Imran: [3]: 110).

Maka pers Islam yang meneladani sifat fatonah Rasulullah saw berarti berusaha menjadikan dirinya hadir dihadapan khalayak selalu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan kehidupan manusia.

*) Catatan: Artikel ini selesai direvisi pada tanggal 19 September 2010.

Advertisement
Categories: Tsaqafah Islamiyah
  1. January 17, 2011 at 12:40 pm | #1

    Mas ..
    Jurnalis? aduhh, butuh bimbingan ni ..
    blh minta alamat facebooknya mas .
    saya reza dari bandung .

    Mantab nih, izin copy paste y .

    • Ariyandi Gunawan
      January 20, 2011 at 5:58 am | #2

      JAWAB:
      Saya tidak menjadi jurnalis secara formal atau terikat dengan perusahaan tertentu. Meski begitu, saya cukup memahami ilmu jurnalistik dan kadang melaksanakan kegiatan jurnalistik.

      Bimbingan apa? Kalau mau ikut pembinaan intensif ilmu jurnalistik Islami, saya belum membentuk kelompok untuk di wilayah Bandung.

      Selama itu untuk kemajuan dakwah dan kebaikan kaum muslimin, silahkan saja sebarkan artikel karya saya yang berjudul, “Karakteristik Pers Islam”. Dan apa yang saya sampaikan dalam artikel itu bukanlah rekaan atau khayalan karena bersumber dari Al-Qur’an.

      Saya yakin bahwa suatu pemikiran bisa terwujud menjadi kenyataan bila diamalkan dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh.
      ______________________
      * Komentar diperbarui 17 Mei 2011

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.