Prinsip-Prinsip Jurnalis Muslim
April 19th, 2010 § Leave a Comment
Oleh: Ari Ariyandi Gunawan
Jurnalis muslim adalah jurnalis yang beragama Islam. Dalam hal ini, jurnalis Muslim perlu memiliki prinsip-prinsip sebagaimana berikut ini:
Prinsip pertama, berpihak kepada kebenaran Islam. Maksudnya, berusaha membuat isi pemberitaan tidak menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits).
Allah SWT berfirman:
“….Dan ingatlah nikmat Allah padamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Al Kitab (al-Quran) dan al-Hikmah (as-Sunnah). Allah memberi pelajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasannya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu .” (QS al-Baqarah [2]: 231).
Prinsip kedua, peduli dengan urusan umat Islam. Seorang jurnalis muslim adalah orang yang peduli terhadap urusan umat Islam. Maka melalui pemberitaanya, jurnalis muslim harus selalu membela atau mendukung urusan umat Islam diberbagai aspek kehidupan. Siapa saja yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam, maka ia bukan golongan mereka.
Begitu pula, sebagai wujud dari kepedulian terhadap umat Islam, jurnalis muslim juga perlu menjaga persaudaraan antar sesama muslim. Rasulullah saw memberikan arahan untuk itu, sabdanya: “Seorang muslim itu menjadi saudara Muslim (lainnya). Ia tidak boleh menganiayanya, tidak boleh membiarkannya, tidak boleh merendahkannya, dan tidak boleh menghinanya. Adalah suatu kejahatan bila seorang itu menghina saudara lainnya yang Muslim. Setiap Muslim bagi Muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan nama baiknya. Takwa itu disini (diulang sebanyak tiga kali sambil menunjuk dada beliau).” (HR.Muslim).
Prinsip ketiga, membangun interaksi sosial secara luas. Bukanlah jurnalis Muslim jika tidak mampu bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan atau golongan masyarakat. Karena dengan itu, jurnalis dapat memperoleh banyak informasi maupun pengetahuan untuk dijadikan berita yang bermanfaat. Upayakan pemberitaan yang dihasilkan jurnalis muslim mampu memberikan solusi bagi persoalan kehidupan masyarakat. Rasulullah saw bersabda: “Seorang mukmin itu akrab dan mudah diakrabi, dan tidak ada kebaikan orang yang tidak demikian, dan sebaik-baik orang ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.(HR At-Thabrani).
Prinsip keempat, berlaku adil dalam membangun pemberitaan. Selama dalam proses pencarian kebenaran, jurnalis muslim harus seimbang memposisikan nara sumber dalam suatu pemberitaan. Intinya, supaya jangan sampai terjadi, seseorang atau sekelompok orang menerima ketidakadilan dalam suatu pemberitaan; cenderung disalahkan secara sepihak dengan tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara; menyampaikan keterangan, pendapat, alasan, maupun sanggahan – padahal mereka belum jelas terbukti bersalah. Karena Allah memerintahkan kepada kita untuk berlaku adil, firman-Nya: Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Maidah[5]: 8).
Prinsip kelima, bekerja secara professional. Jurnalis Muslim harus menyadari bahwa pekerjaannya merupakan suatu amanah yang mesti dilaksanakan dengan baik. Jurnalis Muslim adalah jurnalis yang jujur dalam membangun pemberitaan; mengungkapkan fakta dan data secara apa adanya; objektif, dan jelas sumbernya.
Allah SWT berfirman:
”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”. (Al-ahzab [33] : 70).
Jurnalis Muslim yang bekerja secara professional juga berarti hanya menerima upah atau gaji dari perusahaan media tempat bekerjanya saja, tidak menerima ‘uang amplop’ atau suap dari nara sumber.
Bekerja secara professional bagi Jurnalis Muslim adalah bekerja dengan ikhlas, sungguh-sungguh, bersemangat, dan penuh kesabaran; sabar ketika menghadapi berbagai macam karakter nara sumber, sabar dalam menghadapi medan liputan yang tidak nyaman, lokasi tempat terjadinya suatu peristiwa yang jauh, menghadapi persoalan yang rumit untuk diberitakan dan lain-lain. Kemudian selalu berupaya membangun pemberitaan yang bertanggungjawab, menyeru kepada perbuatan baik dan mencegah kemungkaran atau kezhaliman.
Allah SWT berfirman:
“Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS al-Ankabut [29]: 69).
Prinsip keenam, selalu berpikir positif. Maksudnya menghindari prasangka buruk, melainkan selalu berupaya mencari solusi terhadap suatu persoalan yang akan diberitakan dalam media.
Allah SWT berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka…(QS. Al-Hujurat:12).
Prinsip ketujuh, selalu berpikir kritis. Maksudnya, berupaya menggali informasi secara mendalam, tidak mudah mempercayai pernyataan dari nara sumber mengenai peristiwa tertentu yang akan diberitakan sebelum mengetahui dengan jelas kenyataan yang sebenarnya.
Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…”.(Q.S. Al-Isra [17]:36).
____________
(* Catatan: Artikel ini diperbarui 06 September 2011.