<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Blog  Ariyandi  Gunawan</title>
	<atom:link href="http://blogaryandi.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogaryandi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2009 06:16:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Mendewasakan Diri Bersama Tarbawi by lani</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2007/12/26/mendewasakan-diri-bersama-tarbawi/#comment-189</link>
		<dc:creator>lani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 06:16:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/2007/12/26/mendewasakan-diri-bersama-tarbawi/#comment-189</guid>
		<description>alhamdulillah bisa mengenal majalah penuh inspirasi ini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah bisa mengenal majalah penuh inspirasi ini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mendewasakan Diri Bersama Tarbawi by cecep300982</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2007/12/26/mendewasakan-diri-bersama-tarbawi/#comment-176</link>
		<dc:creator>cecep300982</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 01:44:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/2007/12/26/mendewasakan-diri-bersama-tarbawi/#comment-176</guid>
		<description>Majalah yang penuh dengan inspirasi kehidupan..
banyak hal yang dapat saya peroleh dari media ini...
Luar biasa!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Majalah yang penuh dengan inspirasi kehidupan..<br />
banyak hal yang dapat saya peroleh dari media ini&#8230;<br />
Luar biasa!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by zulakrnain</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/about/#comment-168</link>
		<dc:creator>zulakrnain</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 10:19:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-168</guid>
		<description>makasih banyak atas hadirnya blog ini karena sedikitnya telh memberikan inspirasi untuk menghadirkan suasana baru dalam kegiatanku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih banyak atas hadirnya blog ini karena sedikitnya telh memberikan inspirasi untuk menghadirkan suasana baru dalam kegiatanku</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Yoga Hariawan</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/about/#comment-167</link>
		<dc:creator>Yoga Hariawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 03:23:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-167</guid>
		<description>Assalamualaikum kang aryandi, kumaha damang?
Saya kagum sama blog anda karena isinya menarik terutama tentang dua sisi mata uang gerakan islam karena saya sendiri sedang kuliah di jurusan manajemen fakultas ekonomi UIN jakarta. Walaupun saya belajar ekonomi konvensional, tetapi saya juga mengkaji ekonomi syariah karena kita tahu bahwa krisis ekonomi global saat ini terjadi karena lemahnya sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan mayoritas penduduk dunia. Untuk itu kita semua sebagai mujahid ekonomi islam harus mampu membangun tatanan kehidupan ekonomi yang lebih baik dengan sistem ekonomi yang diterapkan Rasulullah SAW dan diridhai ALLAH SWT!Amin
Betul ga pak ustadz,he...he...he...!
Oh ya jangan lupa ya baca blog saya di lazialleguy.blogspot.com dan isi commentnya ya!
Slam hangat dan sukses anda dan keluarga!Wassalamu&#039;alaikum wr wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum kang aryandi, kumaha damang?<br />
Saya kagum sama blog anda karena isinya menarik terutama tentang dua sisi mata uang gerakan islam karena saya sendiri sedang kuliah di jurusan manajemen fakultas ekonomi UIN jakarta. Walaupun saya belajar ekonomi konvensional, tetapi saya juga mengkaji ekonomi syariah karena kita tahu bahwa krisis ekonomi global saat ini terjadi karena lemahnya sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan mayoritas penduduk dunia. Untuk itu kita semua sebagai mujahid ekonomi islam harus mampu membangun tatanan kehidupan ekonomi yang lebih baik dengan sistem ekonomi yang diterapkan Rasulullah SAW dan diridhai ALLAH SWT!Amin<br />
Betul ga pak ustadz,he&#8230;he&#8230;he&#8230;!<br />
Oh ya jangan lupa ya baca blog saya di lazialleguy.blogspot.com dan isi commentnya ya!<br />
Slam hangat dan sukses anda dan keluarga!Wassalamu&#8217;alaikum wr wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by Ustman</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/about/#comment-158</link>
		<dc:creator>Ustman</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 08:53:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-158</guid>
		<description>Assalamualaikum,

Saya dari sarawak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,</p>
<p>Saya dari sarawak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang Penulis by blogaryandi</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/resensi/#comment-141</link>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 06:25:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/resensi/#comment-141</guid>
		<description>Alhamdulillah..saya dapat bersua dengan kawan lama sewaktu SD. Saya masih ingat Sep. Ya, saya penggemar majalah tarbawi. Makanya saya bikin tulisan tentang media itu. Terima kasih atas doanya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah..saya dapat bersua dengan kawan lama sewaktu SD. Saya masih ingat Sep. Ya, saya penggemar majalah tarbawi. Makanya saya bikin tulisan tentang media itu. Terima kasih atas doanya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang Penulis by ASEP SOLAHUDIN</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/resensi/#comment-140</link>
		<dc:creator>ASEP SOLAHUDIN</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 13:33:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/resensi/#comment-140</guid>
		<description>SALAAM, KAWAN

Asep lagi browsing dengan kata Tarbawi di google eh ternyata terdampar di blog punya kawan lama. Sekian tahun tidak bersua ternyata membawa perubahan yang kita tidak sangka sebelumnya. Semoga sukses. Asep do&#039;ain...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SALAAM, KAWAN</p>
<p>Asep lagi browsing dengan kata Tarbawi di google eh ternyata terdampar di blog punya kawan lama. Sekian tahun tidak bersua ternyata membawa perubahan yang kita tidak sangka sebelumnya. Semoga sukses. Asep do&#8217;ain&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by blogaryandi</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/about/#comment-125</link>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 11:29:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-125</guid>
		<description>Waalaikumsalam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumsalam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by hidup mulya atau mati syahid</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/about/#comment-123</link>
		<dc:creator>hidup mulya atau mati syahid</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 18:17:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-123</guid>
		<description>Assalamualaikum, pak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum, pak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Citra Politis terhadap Media Islam by blogaryandi</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/02/09/pencitraan-politis-terhadap-media-islam/#comment-107</link>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 11:36:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=27#comment-107</guid>
		<description>Waalaikumsalam.. 
Media apa dulu? Maaf pertanyaannya kurang spesifik. Tapi akan saya maknai. Sepengetahuan saya, bila mengamati perkembangan media sekuler yang berkembang di Indonesia, gak melupakan ideologi, agama, dan negara. Mereka tetap merepresentasikannya kok. Saya kira hampir semua media juga tidak pernah terlepas dari ikatan ideology, agama, dan Negara. Mungkin cara merepresentasikannya yang berbeda-beda. Kecenderungan media sekuler memang pragmatis, tapi bukan berarti tidak berideologi. Melalui analisis wacana atau framing berita, kecenderungan ideologis media apapun bisa terbongkar, meski pihak medianya bisa saja tidak mengakuinya. 
Berbeda dengan media islam yang secara lugas, bahkan tegas merepresentasikan ideology dan nilai-nilai agamanya. Itulah salah satu bukti kejujuran media islam dibandingkan media sekuler. Coba baca ulang tulisan saya diatas. Lihat perbedaan media sekuler dengan media islam.
Bicara tentang mencari duit itu penting bagi media atau institusi pers. Pers tidak bisa hidup tanpa mekanisme industri / bisnis. Saya lebih menyukai media yang mapan dalam berbisnisnya, dibandingkan dengan media yang sangat kecil keuntungan bisnisnya tapi 
 membiarkan wartawannya liar,  mencari uang sampingan di luar (uang amplop/ suap), bahkan ada yang sampai nekad memeras pihak tertentu.  

Terkadang saya lebih menghargai pers yang memberitakan persoalan bisnis / ekonomi semata, dibandingkan dengan pers yang membisniskan fakta sumir, memelintir berita untuk tujuan kuasa, menjual aib orang, bahkan mengkomoditikan konflik. 
Perlu di ingat baik-baik! Pers harus bertangung jawab sosial. Pers yang bertangung jawab sosial hanyalah pers yang bernurani, memberikan manfaat atau menjaga kehidupan sosial menjadi lebih baik, bukan hanya mementingkan dirinya sendiri. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaikumsalam..<br />
Media apa dulu? Maaf pertanyaannya kurang spesifik. Tapi akan saya maknai. Sepengetahuan saya, bila mengamati perkembangan media sekuler yang berkembang di Indonesia, gak melupakan ideologi, agama, dan negara. Mereka tetap merepresentasikannya kok. Saya kira hampir semua media juga tidak pernah terlepas dari ikatan ideology, agama, dan Negara. Mungkin cara merepresentasikannya yang berbeda-beda. Kecenderungan media sekuler memang pragmatis, tapi bukan berarti tidak berideologi. Melalui analisis wacana atau framing berita, kecenderungan ideologis media apapun bisa terbongkar, meski pihak medianya bisa saja tidak mengakuinya.<br />
Berbeda dengan media islam yang secara lugas, bahkan tegas merepresentasikan ideology dan nilai-nilai agamanya. Itulah salah satu bukti kejujuran media islam dibandingkan media sekuler. Coba baca ulang tulisan saya diatas. Lihat perbedaan media sekuler dengan media islam.<br />
Bicara tentang mencari duit itu penting bagi media atau institusi pers. Pers tidak bisa hidup tanpa mekanisme industri / bisnis. Saya lebih menyukai media yang mapan dalam berbisnisnya, dibandingkan dengan media yang sangat kecil keuntungan bisnisnya tapi<br />
 membiarkan wartawannya liar,  mencari uang sampingan di luar (uang amplop/ suap), bahkan ada yang sampai nekad memeras pihak tertentu.  </p>
<p>Terkadang saya lebih menghargai pers yang memberitakan persoalan bisnis / ekonomi semata, dibandingkan dengan pers yang membisniskan fakta sumir, memelintir berita untuk tujuan kuasa, menjual aib orang, bahkan mengkomoditikan konflik.<br />
Perlu di ingat baik-baik! Pers harus bertangung jawab sosial. Pers yang bertangung jawab sosial hanyalah pers yang bernurani, memberikan manfaat atau menjaga kehidupan sosial menjadi lebih baik, bukan hanya mementingkan dirinya sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
