<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog  Ariyandi  Gunawan</title>
	<atom:link href="http://blogaryandi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogaryandi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 05:24:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='blogaryandi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/76c7ac51547f04f2b6f26f639b6690de?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog  Ariyandi  Gunawan</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blogaryandi.wordpress.com/osd.xml" title="Blog  Ariyandi  Gunawan" />
		<item>
		<title>Publisitas Dakwah Islam</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/15/publisitas-dakwah-islam/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/15/publisitas-dakwah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan
Dakwah harus konsisten dilaksanakan karena berdakwah merupakan amal yang memiliki peranan penting untuk menegakan kebenaran dan mewujudkan cita-cita Islam. Adapun pengemban dakwahnya adalah orang yang memiliki perkataan yang terbaik, serta dapat memelihara kesalehan dan kemuslimannya.“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=154&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Dakwah harus konsisten dilaksanakan karena berdakwah merupakan amal yang memiliki peranan penting untuk menegakan kebenaran dan mewujudkan cita-cita Islam. Adapun pengemban dakwahnya adalah orang yang memiliki perkataan yang terbaik, serta dapat memelihara kesalehan dan kemuslimannya.“<em>Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” </em>(QS.Fushilat [41]: 33).<span id="more-154"></span></p>
<p>Selain harus konsisten, dakwah juga membutuhkan sarana yang dapat menjangkau masyarakat secara luas. Maka berangkat dari sanalah, membangun publisitas dakwah Islam merupakan langkah yang tepat untuk direalisasikan.</p>
<p>Publisitas dakwah Islam adalah kegiatan penyiaran dakwah Islam melalui media massa cetak maupun elektronik; Koran, Majalah, Televisi, Radio, Internet, dan lain sebagainya. Sementara isi siaran yang disampaikannya dapat berupa berita (produk jurnalistik) maupun berbagai macam informasi penting yang terkait dakwah Islam, baik dalam bentuk tulisan, suara, suara dan gambar (video), foto, grafik, dan lain-lain.</p>
<p>Dalam peradaban Islam, kegiatan publisitas ini nampaknya ditandai semenjak Rasulullah saw menyampaikan dakwah melalui surat sebagai medianya pasca perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, Rasulullah Saw mengirimkan surat-surat dakwah; ajakan masuk Islam kepada para penguasa di luar penguasa Quraisy, seperti kepada Raja Najasyi di Habasyah yang beragama Nasrani, Kaisar Heraklius yang beragama Nasrani, Kisra Persia yang beragama Majusi, dan lain-lain.(<em>Suara Islam</em>, Edisi 35, 4 Januari 2008, halaman 21).</p>
<p>Sepeninggal Rasulullah saw, kegiatan surat-menyurat yang terkait dengan dakwah Islam tersebut diteruskan pula oleh para sahabatnya. Dan di masa kini, dakwah Islam harus selalu hadir mengikuti perkembangan teknologi komunikasi modern yang kian hari semakin pesat.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Metode Penyiaran Dakwah Islam </strong></p>
<p>Kita dapat merealisasikan publisitas dakwah Islam melalui media massa dengan menggunakan metode penyiaran dakwah pada umumnya. Allah berfirman: <em>Ud’u ilaa sabiili rabbika bilhikmati walmau-izhati lhasanati wa jaa dilhum billatii hiya ahsanu innarabbaka huwa a’lamu biman dhalla’an sabilihi wa huwa a’lamu bilmuhtadiina. </em>“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”.( QS.An-Nahl:125).</p>
<p>Surat An-Nahl ayat 125 di atas memiliki kandungan nilai yang sangat relevan untuk digunakan sebagai metode dalam menyiarkan dakwah Islam melalui media massa cetak maupun elektronik. Pasalnya, dalam surat An-Nahl ayat 125 tersebut, terdapat nilai yang universal &#8211; humanistis, edukatif, dan dialogis.</p>
<p><strong>Universal – humanistis </strong></p>
<p><em>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah…</em><strong> </strong></p>
<p>Dalam surat An-Nahl ayat 125 tersebut dapat dikatakan memiliki nilai yang universal karena menunjukan kepada sasaran dakwah yang bersifat umum (manusia). Sementara karakteristik media massa, umumnya selalu memberikan informasi kepada sasaran masyarakat secara luas.</p>
<p>Demikian, sasaran dakwah Islam dalam media massa bersifat heterogen; sasaran dakwah harus dapat menjangkau berbagai macam perbedaan manusia, berdasarkan faktor usia (tua, muda), jenis kelamin (laki-laki, perempuan), dan latar belakang budaya (suku, bangsa, warna kulit), Agama dan lain sebagainya. Konsepsi interaksi sosial dalam dakwah yang sasarannya heterogen semacam itu tentunya dianjurkan dalam Islam, sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan: <em>“Yaa ayyuhannaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wa untsaa wa ja’alnaakum syu’uuban wa qabaa-ila lita’aarafuu inna akrama kum ‘indallaahi atqaakum innallaaha ‘aliimun khabiirun”.</em><em>Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal</em><em>.</em> (QS.Al-Hujurat:13).</p>
<p>Selain itu, dalam suatu nilai maupun makna yang universal, niscaya terdapat nuansa yang humanistis. Sebagaimana dalam surat An-Nahl ayat 125, terdapat seruan berdakwah dengan cara memberikan pelajaran atau nasihat yang baik.</p>
<p>Nasihat yang baik ini dapat berupa perkataan yang dapat menyentuh perasaan atau santun dan penuh kelembutan. Itulah nuansa humanistis yang mesti dicitrakan dalam dakwah Islam melalui media massa. Dan ingatlah bahwa kelembutan dalam berdakwah itu pernah diperintahkan Allah Swt kepada Nabi Musa dan Harun untuk menghadapi Fir’awn, firman-Nya: <em>“Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut..”</em> (QS.Ta Ha:44).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Edukatif </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik&#8230;</em></p>
<p>Sebagian dari surat An-Nahl ayat 125 tersebut, sarat makna yang edukatif (mendidik). Pasalnya, ayat tersebut menerangkan suatu seruan kepada kita selaku umat muslim agar mengajak setiap manusia kepada jalan yang benar dengan cara yang mendidik. Adakah cara menyampaikan pesan yang lebih baik selain dengan cara yang mendidik?</p>
<p>Dan makna yang edukatif dalam berdakwah melalui media massa ini merupakan unsur yang seharusnya dominan disajikan kepada khalayak (masyarakat). Bahkan akan menjadi lebih baik apabila menjadikan sebuah media massa sebagai saluran aspirasi atau pemikiran yang Islami dari para ulama atau kaum intelektual muslim. <em>“..Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.</em>”( QS.At-Tawbah [9]: 122).</p>
<p>Selain itu, unsur edukatif dalam bedakwah di media massa harus pula mengandung motif perjuangan didalamnya. Sehingga dalam unsur edukatif ini, bukan hanya kesantunan yang penuh kelembutan saja yang harus dicitrakan dalam menyampaikan pesan dakwah, melainkan juga termasuk membangun semangat perjuangan, dan memberikan peringatan dengan tegas dan proforsional.</p>
<p><strong>Dialogis </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“..dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”</em></p>
<p>Makna yang dominan muncul dalam sebagian surat An-Nahl ayat 125 diatas terkesan memberikan kebebasan berpendapat. Sehingga dakwah dapat disampaikan secara bebas selama dalam proses pencarian kebenaran. Adapun cara yang membebaskan dalam berdakwah itu dapat dilakukan dengan cara yang dialogis, selama materi yang disampaikannnya dapat dirasionalisasikan, beralasan kuat, jelas, dan memiliki dalil secara tekstual ataupun subtansi. Demikian, berdakwah melalui media massa dengan proses yang dialogis sangat relevan direalisasikan. Sebab dakwah melalui media massa, yang sasaran dakwahnya heterogen, memerlukan cara-cara yang  terbuka,yaitu  dengan merealisasikan dakwah yang bersifat dialogis. []</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=154&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/15/publisitas-dakwah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Jurnalistik Islami</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/mengenal-jurnalistik-islami/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/mengenal-jurnalistik-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan 
Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, eksistensi jurnalistik bukan hanya hadir dalam media massa cetak, seperti surat kabar atau koran, majalah, dan tabloid, melainkan termasuk media massa elektronik; televisi, radio, dan internet. Sehingga  dalam hal ini, jurnalistik tidak dapat diartikan hanya sebatas kegiatan tulis-menulis berita untuk di surat kabar belaka.
Istilah jurnalistik umumnya sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=146&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan </strong></p>
<p>Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, eksistensi jurnalistik bukan hanya hadir dalam media massa cetak, seperti surat kabar atau koran, majalah, dan tabloid, melainkan termasuk media massa elektronik; televisi, radio, dan internet. Sehingga  dalam hal ini, jurnalistik tidak dapat diartikan hanya sebatas kegiatan tulis-menulis berita untuk di surat kabar belaka.<span id="more-146"></span></p>
<p>Istilah jurnalistik umumnya sering kali digunakan untuk menunjukan suatu proses atau kegiatan pencarian dan pengolahan informasi atau pengetahuan dari suatu peristiwa atau realitas untuk disampaikan kepada khalayak (masyarakat) dalam bentuk berita melalui media massa cetak maupun elektronik.</p>
<p>Adapun, istilah jurnalistik Islami dapat diartikan sebagai kegiatan jurnalistik yang relevan dilakukan oleh seorang muslim. Dapat pula dimaknai sebagai kegiatan jurnalistik yang dapat menghasilkan pemberitaan yang berstandarkan nilai Islam. Dengan kata lain, pemberitaan yang disampaikan kepada khalayak (masyarakat) melalui media massa tidak mengingkari ajaran Islam.</p>
<p><strong>Pencarian Informasi</strong></p>
<p>Lazimnya dalam suatu kegiatan jurnalistik, menjalankan wawancara merupakan bagian dari proses pencarian informasi atau pengetahuan. Dan di dalam proses wawancara itu biasanya terdapat kegiatan tanya-jawab antara seorang jurnalis dengan nara sumber. Seorang jurnalis dalam proses wawancara<sup>1)</sup> adalah pihak yang ingin mengetahui tentang sesuatu hal dari orang yang mempunyai pengetahuan tertentu, yakni nara sumber; baik dari kalangan tokoh terkenal atau orang biasa. Sedangkan pihak nara sumber merupakan orang yang mempunyai pengetahuan tertentu yang layak ditanya oleh seorang jurnalis yang tengah membutuhkan informasi atau pengetahuan. Dan itu semua mengingatkan kita terhadap apa yang tercantum dalam Al-Qur&#8217;an: <em>“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”</em>.(QS. An-Nahl: 43).</p>
<p>Selain melalui proses wawancara, seorang jurnalis dalam proses pencarian informasi juga mesti berupaya melakukan observasi; peliputan atau pengamatan langsung terhadap suatu peristiwa yang akan diberitakan.</p>
<p>Pendekatan semacam itu biasanya dijadikan sebagai bagian utama oleh seorang jurnalis sebelum melakukan proses wawancara terhadap nara sumber. Kadang ada pula yang menjadikannya sebagai suatu pendekatan untuk melengkapi informasi-informasi yang sudah ada dari hasil wawancara sebelumnya.</p>
<p>Intinya, pendekatan observasi itu sangat tepat digunakan oleh seorang jurnalis untuk mengetahui suatu kondisi objektif dari peristiwa yang akan diberitakan. Hal ini mesti diupayakan oleh seorang jurnalis untuk memperkuat nilai validitas fakta maupun data dari suatu peristiwa yang akan diberitakan.  Dan kegiatan semacam itu mengingatkan kepada kita untuk memanfaatkan potensi inderawi yang telah diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk kebaikan, sebagaimana dalam Al-Qur&#8217;an disebutkan: <em>“dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.”</em> (QS. An-Nahl [16]: 78).</p>
<p>Dalam proses pencarian informasi ini, sebagai salah satu jalan untuk menghasilkan pemberitaan yang islami, maka seorang jurnalis muslim harus sering berinteraksi dengan para ulama atau orang-orang yang berpengetahuan tentang Islam.</p>
<p>Mengenai pentingnya ulama ini, Rasulullah saw pernah bersabda: <em>“Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Karena itu, siapa saja yang mengambilnya, maka sesungguhnya ia telah mengambil harta yang banyak.”</em>(HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ahmad, ad-Darimi).</p>
<p>Sebagai sebuah alternatif selain ulama, dapat juga orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang Islam, seperti para dai, pemimpin jamaah, aktivis partai politik Islam, dan lain-lain. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah saw bersabda: <em>“Semoga Allah memberi kecerahan pada wajah seseorang yang mendengar hadits dariku, lantas ia menghafalkannya hingga dapat menyampaikan kepada orang lain. Sebab, terkadang seseorang membawa suatu pemahaman (ilmu) kepada orang yang lebih paham. Dan, terkadang orang yang membawa sebuah ilmu bukan ulama.”</em>(Abu Daud dan At-Tirmidzi).</p>
<p><strong>Pengolahan Informasi </strong></p>
<p><strong> </strong>Dalam proses jurnalistik, setelah berbagai bentuk informasi yang di peroleh dari hasil wawancara dan liputan peristiwa (observasi) terkumpul semua, maka langkah selanjutnya adalah mengolah informasi tersebut menjadi berita untuk disampaikan kepada khalayak melalui media massa, baik cetak maupun elektronik, seperti koran, Majalah, Tabloid, Televisi dan lain sebagainya. Proses pengolahan informasi untuk menghasilkan sebuah laporan atau berita itu biasanya merupakan bagian dari tugas dan tanggungjawab kepemimpinan redaksi dalam suatu media massa. Pasalnya, setiap berita yang disampaikan kepada khalayak merupakan suatu bagian dari kebijakan redaksi media massa yang secara otomatis menjadi bagian dari tanggungjawabnya.</p>
<p>Meski begitu, ini bukan berarti seluruh jurnalis dalam media massa tersebut terlepas dari tanggungjawabnya dalam proses pengolahan informasi – biasanya penulisan berita merupakan bagian dari tugasnya.</p>
<p>Proses pengolahan informasi ini merupakan kegiatan pengumpulan data, foto, suara, video, fakta objektif, fakta pernyataan dari berbagai nara sumber, dan berbagai hal yang terkait dengan suatu peristiwa penting untuk dilaporkan dalam bentuk berita, kemudian seluruh isi berita tersebut diperiksa secara akurat (teliti) sebelum disampaikan kepada khalayak melalui media massa.</p>
<p>Dalam hal ini perlu diketahui, kebenaran suatu informasi, selain karena berdasarkan fakta objektif dan dari banyaknya orang yang menyampaikan, melainkan juga harus mempertimbangkan latar belakang akhlak orang yang menyampaikannya, dan memahami kondisi sosial yang meliputinya. Itu mesti dipertimbangkan dalam proses pengolahan informasi agar pemberitaan yang dihasilkan tidak menimbulkan dampak yang buruk. Allah berfirman: <em>Ya ayyuhalladziiina aamanuu in jaa&#8217;akum faasiqun binnaba&#8217;in fatabayyannu antushiibuu qauman bijahaalatin fatushbihuu &#8216;alaa maa fa&#8217;altum naadimiina</em>. “Hai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya sehingga kamu akan menyesal atas perbuatanmu itu.”(QS.Al-Hujurat [49] : 6).</p>
<p><strong>Berita Sebagai Produk Jurnalistik</strong></p>
<p>Produk utama dari suatu kegiatan jurnalistik adalah berita. Dalam presfektif Islam, sebuah berita merupakan informasi penting menyangkut kepentingan kaum muslimin serta banyak manfaatnya. Sebagaimana dalam surat Al-Hujarat ayat 6, menggunakan kata <em>Naba</em> <sup>2) </sup>(berita) untuk menunjukan informasi penting dan banyak manfaatnya. Dan juga biasanya, suatu berita tidak disebut <em>naba&#8217;</em> melainkan <em>khabar</em> kalau informasinya tidak terlalu penting dan kurang manfaatnya.</p>
<p>Selain itu, berita dalam hal ini merupakan informasi yang faktual; berdasarkan kenyataan. Sehingga informasi yang layak dijadikan berita, harus jelas sumbernya, identitas orang maupun nama tempat terjadinya peristiwa.</p>
<p>Intinya, sebuah informasi atau peristiwa yang layak dijadikan berita harus berdasarkan fakta-fakta dan data-data yang hadir dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Dalam hal ini perlu diketahui, informasi yang layak dijadikan berita dan disampaikan kepada khalayak bukanlah yang mengandung nilai sensasional.</p>
<p>Demikian, informasi seperti rumor, gossip, dan desas-dusus, tidak layak dijadikan berita, dan tidak perlu disampaikan kepada khalayak (masyarakat) dalam media massa. Sebab, itulah berbagai macam bentuk informasi yang bisa mengundang banyaknya prasangka, bahan gunjingan, mengundang polemik dan kontroversi.</p>
<p>Allah berfirman: <em>Yaa Ayyuhalladziina Aamanujtanibuuu Katsiiran Minazhzhanni Inaa Ba&#8217;dhazhzanni Itsmun Wa Laa Tajassasuu Wa Laa Yaghtab Ba&#8217;dhukum Ba&#8217;dhan Ayuhibbu Ahadukum An Ya&#8217;kula Lahma Akhiihi Maitan Fakarihtumuuhu Wattaqullaaha Innallaa Tawwaaburrahiimun.</em> “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat:12).</p>
<p>Begitu juga, informasi-informasi yang layak dijadikan berita, bukanlah informasi yang terkait hal-hal yang tidak rasional, seperti cerita mistik atau takhayul. Dengan kata lain, informasi yang pantas dijadikan berita dan layak disampaikan kepada masyarakat melalui media massa, haruslah mengandung pengetahuan-pengetahuan yang ilmiah dan rasional. Sebagaimana ajaran Islam sangat mendukung setiap upaya rasionalisasi. Allah berfirman:<em>“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya..”.</em>(QS. Al-Isra: [17]: 36).</p>
<p>Dan apabila kita cermati lebih dalam lagi, terdapat dua bentuk berita sebagai produk jurnalistik. <em>Pertama</em>, berita yang merupakan hasil dari temuan-temuan ilmiah, yang nilai kebenarannya terdapat dalam fakta dan data yang disajikan. Dan perlu diketahui, sebuah berita akan bersifat netral ketika berupa hasil dari temuan-temuan ilmiah ini. <em>Kedua</em>, berita sebagai bagian dari representasi ideologi, yang nilai kebenarannya terdapat dalam tafsiran terhadap suatu realitas yang disampaikan. Dalam bentuk ini, tidak ada netralitas dalam sebuah pemberitaan.</p>
<p>Adapun persamaan dari kedua bentuk berita tersebut adalah sama-sama merupakan hasil dari kegiatan keilmuan. Dan hal itu sesuai dengan ajaran Islam yang sangat mendukung kegiatan kelimuan atau aktivitas ilmiah, sebagaimana Allah berfirman: <em>“Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan; Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; Bacalah, Tuhanmulah yang paling Pemurah; yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam; Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” </em>(Al-’Alaq: 1-5).</p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">Catatan: </span></strong></p>
<p><sup>1)</sup> Untuk lebih lengkapnya, mengenai istilah wawancara dan observasi dalam proses pencarian informasi yang disampaikan disini, dapat dilihat dalam buku berjudul, “Teknik Mencari dan Menulis Berita”, halaman; 117-121. Penerbit Universitas Terbuka – Jakarta, cetakan pertama, Oktober 1994.</p>
<p><sup>2) </sup>Menurut ar-Raghib al-Ashfahani, berita pada dasarnya tidak disebut naba&#8217; sampai mempunyai faedah besar, yang bisa menghasilkan keyakinan atau ghalabah azh-zhann (dugaan kuat). Keterangan tersebut terdapat dalam artikel berjudul “Tafsir  surat Al-Hujurat [49] ayat 6, Cara Menerima Informasi”, Drs. Hafidz Abdurrahman, MA, Majalah Al &#8211; W&#8217;ie N0.27/ 11 Januari 2002.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=146&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/mengenal-jurnalistik-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Muslim di Media Massa Umum</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jurnalis-muslim-di-media-massa-umum/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jurnalis-muslim-di-media-massa-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan
Seorang muslim yang menjalankan aktivitas jurnalistik di media Islam memang lebih tepat di sebut sebagai jurnalis muslim. Namun, bukan berarti para jurnalis yang beragama Islam, yang menjalankan aktivitas jurnalistiknya di media massa umum tidak dapat di sebut sebagai jurnalis muslim. 
Teruntuk Anda; jurnalis muslim di media massa pada umumnya, perlu Anda ketahui bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=143&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Seorang muslim yang menjalankan aktivitas jurnalistik di media Islam memang lebih tepat di sebut sebagai jurnalis muslim. Namun, bukan berarti para jurnalis yang beragama Islam, yang menjalankan aktivitas jurnalistiknya di media massa umum tidak dapat di sebut sebagai jurnalis muslim. <span id="more-143"></span></p>
<p>Teruntuk Anda; jurnalis muslim di media massa pada umumnya, perlu Anda ketahui bahwa sesungguhnya ajaran Islam tidaklah sulit dimengerti. Sehingga ajaran Islam sangat mudah untuk dipelajari dan diterapkan di segala tempat dan waktu. Demikian, bila Anda belum memiliki pemahaman terhadap nilai-nilai Islam secara mendalam, maka mempelajari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah (Hadits) dengan sungguh-sungguh harus dilakukan.</p>
<p>Adapun 1) ketika seorang muslim mengakui dirinya sebagai muslim, dan menjadikan agama Islam sebagai agama yang murni bukan sekedar warisan, bukan sebagai hobi dan bukan secara zhahir saja. Maka yang dituntut darinya adalah berpegang teguh dengan seluruh ajaran Islam serta menyesuaikan diri dengan Islam di segenap bidang kehidupan dengan penuh kerelaan dan ketundukan.</p>
<p>Demikian, jika Anda seorang muslim bekerja dalam bidang jurnalistik, maka harus menyesuaikan diri dengan ajaran Islam dalam setiap aktivitas kerja dan produk yang dihasilkannya. Allah berfirman: <em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.”</em> (QS. Al-Baqarah [2]: 208).</p>
<p>Sebagai bahan pembelajaran untuk dapat menghasilkan pemberitaan yang Islami, Anda harus memperhatikan 2) Islam sebagai sistem yang memberikan arahan kepada aspek-aspek kehidupan muslim, sebagaimana diterangkan dalam ayat-ayat Al-Qur&#8217;an berikut ini:</p>
<p>1. Islam merupakan agama dan ideologi bagi kaum muslimin.(QS.Al-An&#8217;am [6]:162-164).</p>
<p>2. Islam adalah sistem yang mengatur moralitas dan tingkah-laku. (QS.Al-Isra [17] :23-37).</p>
<p>3. Islam sebagai pedoman yang mengarahkan perasaan. (QS.Al-Hadid [57]:22-23, An-Nisa [4] : 104).</p>
<p>4. Islam sebagai pedoman dalam sistem pendidikan. (QS.Al-Alaq [96]:1-5, Ali-Imran [3]: 164).</p>
<p>5. Islam sebagai pedoman dalam sistem sosial kemasyarakatan (QS. Al-Hujurat [49] :11-13, An-Nur [24] : 11-17).</p>
<p>6. Islam sebagai pedoman dalam sistem politik dan kenegaraan (QS. An-Nisa [4]: 59).</p>
<p>7. Islam sebagai pedoman yang mengatur sistem perekonomian. (QS.Al-Baqarah [2]: 3, Al-Hasyr [59]: 7, At-Tawbah [9]: 60; 103).</p>
<p>8. Islam sebagai pedoman dalam sistem kemiliteran. (QS. Al-Anfal [8]: 39, 60-61).</p>
<p>9. Islam sebagai pedoman sistem hukum dan perundang-undangan. (QS. Al-Maidah [5] : 50).</p>
<p><strong>Memilih Media</strong></p>
<p>Jurnalis muslim dapat diartikan sebagai orang yang beragama Islam yang melaksanakan kegiatan jurnalistik melalui media massa, baik cetak maupun elektronik, seperti Majalah, Koran, Tabloid, Televisi, Radio, dan lain-lain. Dan seseorang biasanya di sebut sebagai jurnalis ketika terikat kerja secara profesional, bekerja secara rutin dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik dalam sebuah perusahaan media massa.</p>
<p>Namun dari sini, saya sendiri menyarankan kepada Anda, sebagai seorang jurnalis muslim sebaiknya Anda memilih media massa yang relevan dengan kemuslimannya. Sebab, menjadi jurnalis muslim harus menyadari bahwa setiap manusia memiliki tangungjawab untuk selalu menyampaikan kebenaran; sebagai bagian dari tugas keagamaannya. Allah berfirman: <em>“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh</em>”.(QS. Al-Ahzab: 72).</p>
<p>Seandainya saja, Anda adalah seorang jurnalis muslim yang menemukan sebuah media massa cetak maupun elektronik yang selalu menyajikan segala bentuk informasi yang mengarah kepada kemaksiatan, selalu membesar-besarkan masalah hingga terjadi polemik dan kontroversi dalam setiap pemberitaannya, melabrak nilai-nilai moralitas, menyebar fitnah, kabar bohong, menjunjung tinggi kebebasan berekspresi sebagaimana mengikuti hawa nafsunya demi meraih keuntungan bisnis yang sebesar-besarnya, hingga seolah-olah menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan, maka Anda tidak perlu memilih media massa itu sebagai tempat menjalankan aktivitas jurnalistik yang relevan, bahkan lebih baik Anda menghindarinya.</p>
<p>Meskipun Anda adalah seorang jurnalis muslim yang menyadari punya kemampuan untuk mengubah keadaan media massa semacam itu dengan menggabungkan diri dengannya, sepertinya tidak akan berhasil karena Anda akan senantiasa menghadapi orang-orang yang tidak mau mengerti; akal sehatnya sudah terkontaminasi oleh hawa nafsunya, tujuan penerbitan medianya hanya untuk meraih keuntungan bisnis semata, mereka juga tidak peduli kepada kebenaran selain hanya kepada kekuasaan dan meteri saja, dan motivasi kerja mereka tak lebih hanya sebatas mencari kesenangan duniawi semata.</p>
<p>Maka lebih baik, Anda tidak melaksanakan kegiatan jurnalistik bersama mereka dan tidak pula bergabung dalam medianya. Kalau pun bersama mereka, tentu saja Anda bisa terjerumus kedalam berbagai macam keburukannya. Disebutkan dalam Al-Qur&#8217;an: <em>“Terangkanlah kepadaku tentang orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami…”</em>(QS. Al-Furqan: 43-44).</p>
<p><strong>Harus Netral </strong></p>
<p>Apabila Anda adalah seorang jurnalis muslim yang terikat kerja secara professional dengan sebuah perusahaan media massa umum, minimal Anda harus berusaha mendorong kebijakan redaksinya agar tetap netral. Sebab, netralitas kebijakan redaksi media massa umum itu merupakan suatu jalan menuju keadilan dalam suatu pemberitaannya. Begitu juga, netralitas suatu media massa umum merupakan peluang bagi jurnalis muslim untuk membangun pemberitaan yang Islami. Allah berfirman: <em>“Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui”.</em> ( QS. Al-A&#8217;raf [7]: 181-182).</p>
<p>Netralitas suatu media massa dapat membuktikan bahwa jati dirinya terbebas dari suatu kepentingan ideologi dan politik tertentu. Kalau pun memiliki suatu kepentingan politik, maka media massa umum harus dapat mengakomodir banyak kepentingan dengan tidak memihak kepada salah satunya, meskipun tidak menguntungkan dari sisi bisnis. Dan perlu juga diketahui bahwa netralitas itu merupakan porsi yang tepat bagi sebuah media massa umum, yang apabila diabaikan, kebijakan redaksinya akan cenderung tidak adil dan akan sangat pragmatis.</p>
<p><strong>Penutup </strong></p>
<p>Demikianlah pembahasan mengenai jurnalis muslim di media massa umum, yang didalamnya terdapat seruan-seruan agar proses maupun produk jurnalistiknya sejalan dengan ajaran Islam, dan peduli terhadap cita-cita perjuangannya. Karena sesunguhnya kita adalah umat muslim yang misi dan tujuan hidupnya telah digariskan dalam Al-Qur&#8217;an, Allah berfirman:<em> “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam (Al-Qur&#8217;an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS.Al-Hajj:77-78)</em>.</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>1) Lihat <a href="http://www.al-ikhwan.net/komitmen-seorang-muslim-pada-sisi-aqidah-2905/">http://www.al-ikhwan.net/komitmen-seorang-muslim-pada-sisi-aqidah-2905/</a>.</p>
<p>2) Abu Abdullah, Mempelajari aspek-aspek Islam Secara Integral dan Tidak Parsial/ kategori Tsaqafah Islamiyah, 17 April 2007, <a href="http://www.al-ikhwan.net/mempelajari-aspek-aspek-islam-secara-integral-dan-tidak-parsial-130/">http://www.al-ikhwan.net/mempelajari-aspek-aspek-islam-secara-integral-dan-tidak-parsial-130/</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=143&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jurnalis-muslim-di-media-massa-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip Penting Jurnalis Muslim</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/prinsip-penting-jurnalis-muslim/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/prinsip-penting-jurnalis-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan
 Jurnalis muslim dari media massa umum atau dari pers Islam, sedikitnya harus memiliki 4 prinsip penting berikut ini: 
Pertama, jurnalis muslim memihak kepada kebenaran Islam. Dalam hal ini, jurnalis muslim harus menggunakan standar nilai Islam; Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah (Hadits) dalam mengambil suatu keputusan atau memberikan solusi atas suatu persoalan yang diberitakan di media massa. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=138&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p> Jurnalis muslim dari media massa umum atau dari pers Islam, sedikitnya harus memiliki 4 prinsip penting berikut ini: <span id="more-138"></span></p>
<p><em>Pertama</em>, jurnalis muslim memihak kepada kebenaran Islam. Dalam hal ini, jurnalis muslim harus menggunakan standar nilai Islam; Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah (Hadits) dalam mengambil suatu keputusan atau memberikan solusi atas suatu persoalan yang diberitakan di media massa. Sebagaimana dalam Al-Qur&#8217;an disebutkan:<em>“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya…”</em>(QS.Al-Hujurat [49]: 15). Dan keimanan itu harus dibuktikan dengan perbuatan, sebagaimana dalam sebuah hadits dijelaskan,<em> bukanlah iman itu hanya dengan angan-angan tetapi iman itu ialah keyakinan yang tertanam di dalam hati dan dibuktikan dengan perbuatan</em>. (Ad-Dailami). Selain itu, dalam sebuah hadits lain juga disebutkan, Rasulullah bersabda: <em>“Telah aku tinggalkan dua perkara yang apabila kamu sekalian berpegang teguh terhadap keduanya, maka tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur&#8217;an) dan Sunnah Rasul (Hadits)”</em> (HR. Baihaqi). </p>
<p><em>Kedua</em>, jurnalis muslim harus membangun keadilan dalam pemberitaan. Selama dalam proses pencarian kebenaran, seorang jurnalis harus seimbang memposisikan nara sumber di suatu pemberitaan. Intinya, supaya jangan sampai terjadi, seseorang atau sekelompok orang menerima ketidakadilan dalam suatu pemberitaan; cenderung disalahkan secara sepihak dengan tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara; menyampaikan keterangan, pendapat, alasan, maupun sanggahan, padahal mereka belum jelas terbukti bersalah.</p>
<p>Selain itu, berlaku adil dalam bidang jurnalistik, dapat juga direaliasasikan dalam arti tidak memihak terhadap kepentingan seseorang maupun sekelompok orang, juga tidak pada diri sendiri, selain berpihak kepada kebenaran, baik kebenaran yang faktual, maupun kebenaran nilai. Sehingga Anda menjadi jurnalis yang merdeka, tidak tebang pilih dalam menyampaikan kebenaran terkait suatu kasus yang akan dianggat menjadi sebuah pemberitaan di media massa. Allah berfirman: <em>“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakan (kebenaran) karena Allah menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</em> (QS.Al-Maidah[5]: 8).  </p>
<p><em>Ketiga</em>, jurnalis muslim harus selalu berusaha untuk jujur. Dalam hal ini, seorang jurnalis harus jujur dalam mengungkapkan fakta. Demikian, fakta dan data harus disajikan dalam berita secara apa adanya; objektif dan jelas sumbernya. Allah berfirman: <em>”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”.</em> (Al-ahzab [33] : 70).</p>
<p><em>Keempat</em>, jurnalis muslim harus  profesional. Dalam hal ini, jurnalis muslim yang profesional berarti menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, bersungguh-sungguh, giat, dan penuh semangat. Jurnalis yang profesional adalah jurnalis yang amanah dalam arti selalu melaksanakan seluruh tugas yang dibebankan kepadanya. Jurnalis yang professional, juga cermat dalam menuliskan berita; data dan fakta disampaikan secara jelas sumbernya. Selain itu, ia juga tidak menerima imbalan dari nara sumber, apalagi menerima uang suap atau sogokan dari pihak manapun. []</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=138&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/prinsip-penting-jurnalis-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Mengenal Pers Islam</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/sekilas-tentang-pers-islam/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/sekilas-tentang-pers-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan 
Pada umumnya, istilah pers sering digunakan untuk menunjukan suatu lembaga, organiasi, atau perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan jurnalistik dan komunikasi massa. Istilah pers itu juga sering kali diartikan sebagai penyiaran berita dan informasi melalui media massa cetak maupun elektronik. 
Selain itu, dalam pengertian yang lebih sempit, istilah pers tersebut kadang digunakan untuk menunjukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=136&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan </strong></p>
<p>Pada umumnya, istilah pers sering digunakan untuk menunjukan suatu lembaga, organiasi, atau perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan jurnalistik dan komunikasi massa. Istilah pers itu juga sering kali diartikan sebagai penyiaran berita dan informasi melalui media massa cetak maupun elektronik. <span id="more-136"></span></p>
<p>Selain itu, dalam pengertian yang lebih sempit, istilah pers tersebut kadang digunakan untuk menunjukan seseorang yang tengah menjalankan tugas jurnalistik; wartawan, jurnalis, atau reporter. Sebab biasanya, seorang jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistik dianggap termasuk wakil dari media massa tempatnya bekerja. Adapun istilah pers Islam dapat dimaknai sebagai pers yang sangat berkaitan dengan ajaran Islam. Dalam hal ini, terdapat 3 fungsi utama yang harus direaliasaikan oleh pers yang layak dinamakan sebagai pers Islam.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> pers Islam harus berfungsi sebagai media pendidikan masyarakat muslim. Demikian, pers Islam adalah pers yang menjadikan medianya sebagai saluran informasi yang mendidik khalayak (masyarakat muslim); memperkuat persepsi keisalamannya dengan jalan menunjukan kemuliaan akhlaq, memperkokoh akidah, mengabarkan sejarah kejayaan Islam, menyebarkan berbagai macam ilmu dan pengetahuan yang Islami, serta menonjolkan keunggulannya dibandingkan dengan ajaran agama lain.Allah berfirman: <em>“Katakanlah, &#8216;Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf:108). </em></p>
<p><strong>Kedua,</strong> pers Islam mesti berfungsi sebagai media pemersatu umat muslim. Dalam hal ini, pers Islam adalah pers yang harus selalu menyajikan pemberitaan yang tidak memperuncing perbedaan antar kaum muslimin, menetralisir keadaan bila terjadi pertentangan, menghindari perselisihan atau permusuhan, dan mengurangi berbagai bentuk perdebatan atau polemik. Selain itu, ia juga harus berusaha menjadikan setiap pemberitaannya jauh dari kecenderung yang dapat menimbulkan keraguan-raguan, menggoncangkan kepercayaan, dan menciptakan ketidakstabilan di tubuh kaum muslimin. Dalam Al-Qur&#8217;an disebutkan: <em>“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. (Al-Hujurat: 10). </em></p>
<p><strong>Ketiga,</strong> pers Islam berfungsi sebagai media perjuangan Islam. Demikian, pers Islam adalah pers yang pemberitaannya harus berkonsentrasi membela kaum muslimin dan mendukung terwujudnya cita-cita yang Islami diberbagai aspek kehidupan. Begitu juga ia menjadi wadah bagi muslim yang berjihad dengan menggunakan kekuatan kata-kata; menyeru kepada Islam serta melakukan amar ma&#8217;ruf dan nahi munkar. Allah berfirman: <em>Waltakun minkum ummatun yad&#8217;uuna ilal khairi wa ya&#8217;muruuna bilma&#8217;ruufu wa yanhauna&#8217;anilmunkari wa ulaa-ika humulmuflihuuna.</em> “Dan hendaklah ada di antara kamu segologan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”.( QS. Ali-imran:104).</p>
<p><strong>Kategori Pers Islam</strong></p>
<p>Berdasarkan eksistensinya sebagai sebuah lembaga, pers Islam dapat dibedakan menjadi dua kategori. <strong>Pertama,</strong> Pers Islam professional. Pers ini merupakan lembaga penyiaran yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, yang secara struktural tidak terkait dengan sebuah organisasi dakwah atau partai politik Islam. Dalam hal ini, kedudukan pers tersebut sebagai suatu institusi bersifat independent. Namun pada sisi pemberitaanya, pers ini berkonsentrasi menyiarkan dakwah Islam dan cenderung membela kepentingan kaum muslimin.</p>
<p>Selain itu, karena institusinya bersifat independent, biasanya pers ini tergolong pers yang komersil; mencari keuntungan pada sisi bisnis, disamping memiliki idealisme yang tinggi. Misalnya, menerima periklanan dalam setiap penerbitannya, tapi hanya iklan tertentu yang biasanya memiliki keterkaitan dengan dakwah Islam. Dan juga biasanya, berbagai macam kepentingan komersil itulah yang dapat membuatnya cenderung dapat tampil lebih terbuka dihadapan publik.</p>
<p><strong>Kedua,</strong> Pers Pergerakan Islam. Inilah kategori pers Islam yang jelas berbeda dengan pers Islam professional. Pasalnya, secara kelembagaan, pers ini merupakan bagian dari sebuah organisasi dakwah atau partai politik Islam. Demikian, pers Islam ini merupakan pers yang menerbitkan media representatif dari organisasi atau kepartaian tertentu.</p>
<p>Pers pergerakan Islam adalah pers yang sangat sarat dengan nilai-nilai Islam, baik pada sisi spiritualitas maupun politik. Pemberitaan yang disampaikan kepada khalayak (masyarakat) hanya menyiarkan dakwah Islam secara terus terang, dan berusaha membangun opini publik yang Islami. Selain itu, pers pergerakan Islam ini biasanya tidak terlalu memperhatikan keuntungan pada sisi bisnis.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=136&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/sekilas-tentang-pers-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berjihad dalam Jurnalistik</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/berjihad-dalam-jurnalistik/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/berjihad-dalam-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh: Ariyandi Gunawan
Kita harus menyadari bahwa arus informasi melalui media massa modern yang berkembang di dunia saat ini sangat di dominasi oleh kepentingan Barat, yang secara ideologis dan politis sangat bertentangan dengan Islam dan kaum muslimin.
Sehingga berbagai macam bentuk citra negatif terhadap Islam dan kaum muslimin yang mencintai jihad, sangat marak di media massa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=134&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong> O</strong><strong>leh: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Kita harus menyadari bahwa arus informasi melalui media massa modern yang berkembang di dunia saat ini sangat di dominasi oleh kepentingan Barat, yang secara ideologis dan politis sangat bertentangan dengan Islam dan kaum muslimin.<span id="more-134"></span></p>
<p>Sehingga berbagai macam bentuk citra negatif terhadap Islam dan kaum muslimin yang mencintai jihad, sangat marak di media massa cetak maupun elektronik. Selain itu, banyak pula ide maupun pemikiran barat yang kontraproduktif dan mengingkari ajaran Islam tersaji di dalam media massa. Bahkan kita dapat pula menyaksikan, dewasa ini begitu banyak pemberitaan-pemberitaan maupun informasi yang tidak Islami beredar ditengah-tengah masyarakat. Padahal mayoritas penduduk di negeri kita ini adalah muslim.</p>
<p>Itulah suatu kenyataan yang terjadi dalam kehidupan kaum muslimin sekarang ini. Dan kita tidak boleh berdiam diri, apalagi berpangku tangan menerima kenyataan tersebut begitu saja. Maka atas dasar itu, sebagai salah satu solusinya, Anda selaku jurnalis Muslim mesti menjadikan aktivitas jurnalistik sebagai bagian dari jihad yang mendukung setiap perwujudan cita-cita yang Islami diberbagai aspek kehidupan.</p>
<p>Karena kegiatan jurnalistik yang rutin Anda lakukan memang sangat relevan dijadikan sebagai bagian dari jihad. Bahkan Anda memiliki posisi yang cukup strategis untuk menegakan Islam. <em>“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”</em>(QS. Muhammad  [47] : 7).</p>
<p>Dalam hal ini, apabila aktivitas jurnalistik Anda dijadikan sebagai bagian dari jihad, maka Anda harus bekerja dengan jujur,berkeadilan, menyatakan kebenaran, dan melakukan perbaikan diberbagai bidang kehidupan, dan selalu berupaya dengan semampunya mencegah berbagai macam kecurangan, kemungkaran atau kezhaliman, terhadap siapa saja orangnya, dan sebesar apapun kekuatan dan kekuasaannya. Dalam hadits riwayat Abu Sa&#8217;id Al-Khudri ra., Nabi saw. bersabda, <em>“Seutama-utama jihad adalah kata-kata benar di hadapan penguasa yang zhalim.”</em> (HR. Abu Daud dan Bukhari).</p>
<p>Berjihad dalam bidang jurnalistik ini, Anda sebagai seorang jurnalis muslim harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap segala urusan umat Islam. Sebagaimana dalam sebuah hadits disebutkan, <em>“Barangsiapa yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam, maka ia bukan golongan mereka”</em>. Bahkan sesungguhnya, wujud dari kepedulian itulah karakteristik kaum muslim yang sebenarnya dalam memelihara urusan agamanya. Karena dalam Al-Qur&#8217;an disebutkan: <em>“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang maruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka ta&#8217;at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana”.</em> (QS At Taubah [9] : 71).</p>
<p>Sehingga dari sini perlu dipahami juga bahwa jurnalistik tanpa jihad didalamnya, sangat berpotensi dapat menghasilkan pemberitaan-pemberitaan yang tidak Islami. Untuk itulah, jihad dalam bidang jurnalistik ini merupakan jalan yang terbaik bagi Anda sebagai jurnalis muslim. Allah berfirman: <em>“Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”</em>. (QS al-Ankabut [29]: 69).</p>
<p>Sebenarnya, aktivitas jihad ini dapat mendatangkan keuntungan atau pahala yang tidak sedikit. Dalam sebuah hadits disebutkan: <em>“Siapa saja yang menyeru manusia pada petunjuk (Islam), dia pasti akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala yang diperoleh orang yang mengikuti petunjuk itu tanpa mengurangi sedikitpun pahalanya”. </em>(HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, an Nasa&#8217;I dan Ibn Majah).</p>
<p>Hadits lainnya: Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim &amp; Ahmad). Ibnu Hajar Al-&#8217;Asqalani ketika menjelaskan hadits ini mengatakan bahwa: “Unta merah adalah kendaraan yang sangat dibanggakan oleh orang Arab saat itu”.</p>
<p>Demikian,  yang terpenting dari jihad ini adalah memiliki niat yang ikhlas dalam menjalankannya. Allah berfirman: <em>“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia akan Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat”.</em> (QS.Asy-Syura [42]: 20). ). Bahkan Rasulullah saw pernah bersabda: <em>“Allah tidak akan menerima suatu amalan, melainkan yang dikerjakan dengan penuh keikhlasan kepada-Nya, dan ditujukan untuk memperoleh keridhaan-Nya semata”. </em></p>
<p>Selain itu, jihad dalam jurnalistik ini harus disertai dengan bekal kesabaran yang luas. <em>“Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah senantiasa beserta orang-orang yang sabar.”</em> (QS. Al-Baqarah: 153).</p>
<p><strong> </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=134&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/berjihad-dalam-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jalan menuju kemerdekaan Al-Quds dan Palestina</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/10/jalan-menuju-kemerdekaan-al-quds-dan-palestina/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/10/jalan-menuju-kemerdekaan-al-quds-dan-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 14-05-2009
Penerjemah: Abu Ahmad
Dengan menyebut nama Allah, dan segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang bersamanya…
Allah SWT berfirman: “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=131&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx } -->Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin, 14-05-2009</p>
<p>Penerjemah: Abu Ahmad</p>
<p>Dengan menyebut nama Allah, dan segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang bersamanya…<span id="more-131"></span></p>
<p>Allah SWT berfirman: <em>“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)”.</em> (Al-Qashash:5).</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, Maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur)”.</em> (Al-Anfal:15)</p>
<p>Di tengah kondisi yang diselimuti kesedihan dan kenestapaan serta kekhawatiran tentang masa depan qadhiyah Palestina ini, dan di tengah berbagai usaha perdamaian hingga mencapai lebih dari 300 perundingan, yang memberikan isyarat dan peringatan bahwa ada satu perkara yang hanya tampak di malam hari akan kondisi warga Palestina dan Arab serta umat Islam akan perkara yang nyata, yang menegaskan akan adanya pertentangan terhadap musuh sang perampas dan penjajah terhadap berbagai tuntutannya di Palestina dan Al-Quds!! Mengalah dari berbagai tsawabit yang qath’i akan hak-hak warga Palestina. Dan di tengah adanya asap penolakan pemerintah rasisme dalam menyelesaikan dua negara, yang menggambarkan satu perkara di dalamnya, seakan musuh jika memberikan sikap mengalah maka akan begitu menyakitkan terutama menerima solusi dua negara, dan seakan dunia telah banyak memberikan tekanan yang besar terhadap Liberman dan Netanyahu untuk menerima apa yang mereka tolak sebelumnya.</p>
<p>Begitupun di tengah kemelut dan blokade yang ketat terhadap gerakan perlawanan, dan konspirasi internasional untuk melucuti senjata mereka di Gaza dan Lebanon, setelah sebelumnya merela telah berhasil melucuti senjata di Tepi Barat; karena itu warga Arab dan Umat Islam, dalam kondisi seperti ini membutuhkan sikap yang tegas untuk menentukan arah yang jelas demi mewujudkan misi dan agenda besar; yaitu <strong><strong>Kemerdekaan Al-Quds dan Palestina</strong></strong>, <strong><strong>mengembalikan masjid Al-Aqsha, dan mendirikan negara Palestina yang berdaulat dan merdeka dengan ibu kota Al-Quds yang suci.</strong></strong></p>
<p><strong><strong>Pertama yang harus kita lakukan adalah: Membangkitkan kembali nasionalisme Islam,</strong></strong> dan mengembalikan berbagai pengalaman yang telah diraih akan keteguhan dan sikap perlawanan, pengalaman akan berbagai keberhasilan yang telah ditoreh dengan tinta dalam perjalanan sejarah; seperti keberhasilan Salahudin Al-Ayyubi, Sultan Qalawun, Dzahir Baybas dalam mengembalikan apa yang telah dirampas oleh pasukan Salibis selama 200 tahun, menjajah bumi Palestina dan pantai laut Meditarian, berhasil menghancurkan kerajaan Franks yang telah melakukan invasi penjajahan yang sangat luas pada abad-abad pertengahan melalui proses yang baik dengan sistem yang bersih yaitu mencakup:</p>
<p>1. Menghidupkan ghirah umat dan menebarkan ruh jihad dan tadhiyah.</p>
<p>2. Memperbaiki metode pemerintahan dengan peran serta para ulama dan umat, serta menghidupkan syura.</p>
<p>3. Membangun kembali persatuan umat, khususnya di Mesir, Syam dan Iraq.</p>
<p>4. Membangun kembali pasukan yang kuat dan kokoh.</p>
<p>5. Menghadapi berbagai ketabelece dan protokoler kelima dari para peragu dan membantah berbagai syubhat mereka.</p>
<p><strong><strong>Yang kedua dari apa yang harus dilakukan adalah menghentikan serangkaian konsesi dan menyerah terhadap berbagai persyaratan musuh,</strong></strong> penghancuran yang berturut-turut yang mengakibatkan terjadinya perluasan proyek berupa pemukiman rasisme, dan berusaha untuk menghancurkan dominasi dan kontrol atas semua negara Arab dan umat Islam.</p>
<p><strong><strong>yang ketiga adalah mendukung steadfastness (ketegaran) bangsa Palestina dan menjaga persatuan bangsa dan nasionalisme</strong></strong>; mencakup penyatuan warga Palestina yang terjajah sejak tahun 1948, Al-Quds dan Tepi Barat serta Gaza, begitu pula yang beradea berbagai kamp pengungsi, di Eropa dan Amerika, dan bersikeras mendapatkan hak kembali bagi semua warga Palestina untuk kembali ke negerinya, rumahnya dan tanah airnya.</p>
<p><strong><strong>Keempat: membangun kembali kesadaran pada warga Arab dan umat Islam akan urgensi dan pentingnya qadhiyah Palestina,</strong></strong> dan hal tersebut bukan hanya harapan orang Yahudi telah mengalami penyembelihan dan holocaust Nazi dan mimpi-mimpi untuk  memiliki tanah air, namun ia merupakan konsep pemukiman dan kolonialisme, tujuannya adalah untuk memotong jalan persatuan Arab dan Islam dan melemahkan kekuatan bangsa Arab dalam membangun kembali kebangkitan umat yang komprehensif serta menghabiskan tenaganya dalam berbagai konflik yang berkepanjangan; yaitu melalui pemberdayaan rezim otoriter dan kediktatoran yang korup, yang bekerja untuk mempertahankan tiga misi; underdevelopment, korupsi dan kesewenang-wenangan sehingga mampu menghancurkan imunitas bangsa dan memblokade berbagai usaha kebangkitan dan keluar dari terowongan yang gelap.</p>
<p><strong><strong>Kelima: mengembalikan keinginan bangsa Arab dan umat Islam,</strong></strong> dan membangun masyarakat yang kuat dan mampu mengembalikan kesadaran, dan mampu meracik demokrasi dengan pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial, dan bekerja untuk meningkatkan eksistensi negara yang independen, bahu membahu dalam bekerja untuk persatuan Arab dan terus berusaha secara berksinambungan dalam menghidupkan eksistensi internasional untuk umat Islam.</p>
<p>Hal tersebut tidak akan mampu direalisasikan kecuali dengan melakukan perbaikan jiwa, membangkitkan kembali nilai keimanan yang benar, tawakal kepada Allah, melakukan penyiapan yang penuh terhadap semua unsur kekuatan seperti pengetahuan, perencanaan, pengelolaan dan pengembangan secara komprehesitas, disertai dengan usaha untuk melakukan jihad, tadhiyah (pengorbanan) dan kesabaran, dan menghindar dari berbagai hal yang dapat memicu perpecahan dan perselisihan di tengah umat, meruntuhkan azimah serta menanamkan keputusasaan di tengah umat manusia.</p>
<p><strong><strong>Keenam : berusaha untuk mendapatkan opini umum internasional untuk kepentingan qadhiyah Palestina,</strong></strong> yaitu melalui berbagai leaflet yang menjelaskan akan berbagai dimensi qadhiyah berbagai bangsa di dunia, dan bekerja sama dengan seluruh organisasi masyarakat sipil (LSM) di seluruh negara, untuk membangun sebuah dasar informasi yang mampu memenuhi informasi publik counter.</p>
<p>Bersamaan dengan itu, melakukan tekanan dengan berbagai sarana yang sah terhadap pemerintah Eropa, Amerika dan lembaga-lembaga internasional; untuk berhenti memberikan dukungan terhadap musuh Zionist, dan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan selama berabad-abad dengan dunia Islam, serta untuk mengakhiri era kolonial yang masih menjadi jurang pemisah pada hubungan Amerika dan Eropa dengan dunia Islam.</p>
<p>Dan membangun sebuah teori dialog Islam dengan Barat berdasarkan saling menghormati, berusaha menghidupkan kembali nilai-nilai bersama pada semua agama, dan bekerja untuk merealisasikan tujuan dan kepentingan umum, memecahkan masalah melalui dialog’ bukan dengan kekerasan dan peperangan.</p>
<p>Dan perseteruan yang diiringi dengan penjajahan barat telah berlangsung ratusan tahun, dan Barat telah berhasil – sesuai dengan konsep dan rencana yang disiapkan dengan detail &#8211; dalam menanam pemukiman Israel di jantung Arab dan umat Islam .. Di mana? Di Tanah Suci! di Tanah Rabat (persatuan), dan di Baitul Maqdis dan di Jantung Baitul Maqdis.</p>
<p>Kolonialisme telah berhasil dalam mengakhiri khilafah Islam dan menghapus Kesultanan al-Othman sebagai simbol akhir kesatuan Islam, kemudian berhasil dalam memecah belah bumi Arab hingga menjadi 22 negara atau negara-negara kecil. Berhasil menumbuhkan perpecahan dan konflik di antara mereka sehingga terjadi saling perang saudara di daerah perbatasan dan karena kekayaan alam, sementara itu peran Liga Arab telah mati akibat konflik tersebut!.</p>
<p>Bahkan para musuh juga telah berhasil menanamkan benih-benih perpecahan di Palestina itu sendiri, dan menjadikan sebagiannya berjuang memerangi pasukan perlawanan dan melucuti senjata mereka; hanya untuk mendapat simpati dan rasa senang musuh, untuk memperkecil tekanan mereka, berusaha berada dibalik perundingan dan negosiasi yang samar, dan karena takut terhadap dirinya menjadi target pembunuhan dan pembantaian, seperti halnya yang terjadi terhadap Arafat, semoga Allah merahmatinya.</p>
<p>Namun -dari sisi lain- musuh tidak berhasil dan tidak akan berhasil dalam mengakhiri nyala dan gelora api perlawanan yang kokoh dan tidak akan mampu menipu bangsa Palestina yang masih terus berpegang teguh dengan tsawabit negaranya dan hak-haknya yang legal; terutama hak untuk kembali. Mereka tidak akan berhasil dalam menipu masyarakat Arab dan umat Islam, yang masih menolak untuk taat kepada normalisasi dan memilih melakukan perlawanan untuk mengakhiri pendudukan dan penjajahan .</p>
<p>- Saat ini kita memiliki tugas berat dan beban berat untuk membangunkan kesadaran umat, dan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan dan mengembalikan kehendaknya.</p>
<p>– saat ini kita mempunyai kewajiban yang besar untuk mendukung steadfastness (keteguhan) bangsa Palestina, khususnya dalam berbagai gerakan perlawanan.</p>
<p>- Kita harus menyadari bahwa konflik ini talah berlangsung begitu panjang, dan kemerdekaan Palestina, Al-Quds dan Masjid Al-Aqsa akan terwujud insya Allah, melalui tahapan-tahapan yang kongkret.</p>
<p>– kita harus menyadari bahwa perjuangan dengan musuh adalah perjuangan pada semua fronts dan di semua bidang dan lini, tidak hanya untuk peperangan di sini atau di sana, dan tidak hanya terbatas di medan perang saja, namun  di lapangan perang melawan musuh merupakan puncak terakhir untuk menyelesaikan konflik.</p>
<p>– Kita harus mempersenjatai diri dengan harapan dan cita-cita, dan mewariskan kepada generasi demi generasi kesadaran akan dimensi konflik yang terus berkepanjangan ini di sepanjang masa; sehingga mampu mengumpulkan berbagai pengalaman untuk mencapai puncak kemenangan Insya Allah.</p>
<p>Allah SWT berfirman: <em>“Mereka berkata kepadamu: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”. </em>(Al-Isra:51)</p>
<p>Dan Allah berada di balik tujuan ini dan Dialah yang memberikan petunjuk ke jalan yang lurus Allah Maha Besar dan hanya untuk Allah segala pujian.</p>
<p><strong>Sumber:</strong><a href="http://www.al-ikhwan.net/jalan-menuju-kemerdekaan-al-quds-dan-palestina-2706/"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">http://www.al-ikhwan.net/jalan-menuju-kemerdekaan-al-quds-dan-palestina-2706/</span></span></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=131&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/10/jalan-menuju-kemerdekaan-al-quds-dan-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Hamas” .. Beban politik atau Demi Strategi Keseimbangan?</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/10/%e2%80%9chamas%e2%80%9d-beban-politik-atau-demi-strategi-keseimbangan/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/10/%e2%80%9chamas%e2%80%9d-beban-politik-atau-demi-strategi-keseimbangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 03:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Dr.  Muhsin Muhammad Saleh
Penerjemah: Abu Ahmad
Apakah mungkin bagi Mesir dapat berinteraksi dengan Hamas sebagai aset strategis dan terbaik untuk melayani kepentingan keamanan nasional?  Dan bukan sebagai masalah atau sebagai beban yang dapat menghalangi dan memberatkan posisinya, dan berharap sekiranya dapat lepas darinya?
Jelas bahwa sikap dari rezim pemerintahan Mesir dengan Hamas &#8211; terutama setelah berhasil memenangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=128&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 		A:link { so-language: zxx } -->Oleh: Dr.  Muhsin Muhammad Saleh</p>
<p>Penerjemah: Abu Ahmad</p>
<p>Apakah mungkin bagi Mesir dapat berinteraksi dengan Hamas sebagai aset strategis dan terbaik untuk melayani kepentingan keamanan nasional?  Dan bukan sebagai masalah atau sebagai beban yang dapat menghalangi dan memberatkan posisinya, dan berharap sekiranya dapat lepas darinya?<span id="more-128"></span></p>
<p>Jelas bahwa sikap dari rezim pemerintahan Mesir dengan Hamas &#8211; terutama setelah berhasil memenangkan pemilu dan membentuk pemerintahan – seakan  sebagai beban dan pembawa masalah, dan tanpa perlu diulang bahwa interaksi Mesir dengan pemerintah Hamas; dengan adanya  sikap terhadap embargo, adanya usaha menjatuhkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza, adanya penutupan Perbatasan Rafah, adanya konsep perlawanan, adanya arus yang bermunculan dari kelompok-kelompok Islam, dan adanya pemerintahan Palestina, serta adanya  agresi Zionis terakhir kali atas Jalur Gaza ..  Semuanya menunjukkan -seakan- ada perasaan beban atau adanya suatu “masalah” oleh pemerintah Mesir yang bernama HAMAS.</p>
<p>Bahwa kebocoran yang terkait dengan penutupan perbatasan Rafah setelah HAMAS menguasai Jalur Gaza menyatakan bahwa Presiden Mesir Hosni Mubarak telah berbicara kepada sahabat dekatnya; bahwa dirinya tidak akan mengizinkan keberhasilan dan tegaknya pemerintahan HAMAS di Gaza, dan oleh karena itu HAMAS memahami bahwa penutupan perbatasan sebagai bagian dari proses kudeta secara tersembunyi yang gagal yang dilakukan oleh rezim pemerintah Mesir terhadapnya, apalagi ditambah dengan pengetatan perbatasan dan penghancuran terowongan, dan peristiwa-peristiwa yang terkait dengan para <em>hujjaj</em> (orang-orang yang ingin menunaikan ibadah haji), orang yang sakit, dan orang yang melakukan perjalanan serta yang kembali, seluruhnya menambah terjadinya ketegangan antara kedua pihak.</p>
<p>Sebagaimana dukungan dari pihak Mesir untuk mengirim tentara Arab ke Jalur Gaza ditafsirkan oleh HAMAS sebagai upaya untuk menjatuhkan pemerintahannya dan untuk memberikan dukungan kepada presiden otoritas dan gerakan Fatah untuk dapat menguasai kembali Jalur Gaza sebelum dilakukan pencapaian rekonsiliasi dan konsensus nasional, dan ketika HAMAS memberitahukan kepada Mesir tidak bisa berpartisipasi dalam dialog, maka Tanggapan Mesir secara lisan begitu keras dan marah.</p>
<p><strong><strong>Lampu hijau untuk agresi </strong></strong></p>
<p>Satu minggu sebelum agresi Zionis atas Jalur Gaza, wartawan koran (Maariv) berbahasa Ibrani (Ben-kaset 20/2/2008) memberitakan adanya perintah yang menyebutkan bahwa negara-negara Arab mempersilakan kepada entitas Zionis untuk melaksanakan tugasnya (melakukan serangan atas Jalur Gaza dan menjatuhkan pemerintahan HAMAS), koran tersebut berkata: “Setidaknya pada saat ini mereka memberikan dukungan untuk menghancurkan pemerintahan HAMAS dan membunuh para pemimpin Hamas, dan menyatakan bahwa pada salah satu suratnya dengan menyebutkan daftar nama-nama yang direkomendasikan untuk dibunuh terutama dari para pemimpin HAMAS.</p>
<p>Dan pada kunjungan Menteri Luar Negeri Israel, Tzipi Livni ke ibukota Kairo, Mesir, terjadi dua hari sebelum dimulainya agresi; menyatakan bahwa situasi akan berubah di Jalur Gaza, dan dia berkata bahwa  kekuasaan HAMAS atas Jalur Gaza tidak menjadi permasalahan bagi “Israel” saja, kami memahami keinginan Mesir, dan apa yang kita lakukan adalah sebuah ekspresi dari kebutuhan daerah, hal ini menurut banyak kalangan telah menjadi lampu hijau dari Mesir untuk melakukan agresi.</p>
<p>Begitu pula para pakar menginterpretasikan desakan dari pihak berwenang Mesir untuk melanjutkan penutupan di perbatasan Rafah setelah dimulainya agresi dan tidak mengambil tindakan apa pun terhadap pembantaian yang dilakukan Zionis atas warga di Jalur Gaza, bahkan hanya sekadar menarik duta besarnya atau mengusir Duta Besar Zionis dari Mesir- seperti yang dilakukan oleh Venezuela &#8211; dan ditambah dengan isi surat Presiden Mesir dan inisiatif Mesir itu sendiri yang tidak mengakomodir kepentingan warga Palestina di Gaza..</p>
<p>Mereka menginterpretasikan ini semua sebagai tanda keinginan dari Mesir untuk menjatuhkan pemerintahan Hamas, dan ditambah pula adanya kedatangan Dahlan ke Kairo sebelum agresi bersama dengan banyak pengikutnya untuk mengatur strategi setelah jatuhnya Hamas.</p>
<p>Dalam beritanya juga di laporkan bahwa Presiden Mesir dalam pembicaraan dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy beberapa hari setelah dimulainya agresi untuk menekankan perlunya perubahan atas pemerintahan HAMAS, dan memastikan kembalinya kekuasaan Abu Mazen di Jalur Gaza, dan tercatat adanya dukungan lainnya dari negara Arab terhadap pilihan ini, ia berkata: bahwa Mesir tidak akan membuka perbatasan Rafah kecuali adanya kewenangan dan pengawasan dari pengamat internasional yang diawasi oleh “Israel” untuk mencegah terjadinya penyelundupan senjata di masa mendatang!.</p>
<p>Begitu pun pada informasi yang dekat dengan makna ini ketika berkunjung jenderal Amos Gilad, penasihat politik Menteri pertahanan Ehud Barak ke Mesir pada hari Kamis 8/1/2009; di mana ia berbicara kepada seorang pejabat senior keamanan Mesir, dan menegaskan bahwa kembalinya Otoritas dan Abu Mazen sebagai jaminan bagi dua pihak dalam mewujudkan stabilitas dan keamanan dan ketertiban.</p>
<p><strong><strong>Manakah yang  menjadi Beban Berat? </strong></strong></p>
<p>Bahwa inisiatif Mesir yang diumumkan oleh Presiden Mesir, telah menjadi kekhawatiran HAMAS akan peran Mesir; karena dalam nash tersebut tidak ada pernyataan kutukan terhadap agresi brutal Zionist, tidak membedakan antara aggressor dan korban agresi, tidak ada permintaan dalam bentuk yang tegas untuk melakukan penarikan pasukan Zionis  dari Jalur Gaza, bahkan sama sekali tidak berhubungan langsung dengan pihak pemerintah Palestina yang mengelola Jalur Gaza (HAMAS), dan melakukan pembelaan terhadapnya, dan ketika disebutkan disebutkan adanya kedua belah pihak; Israel dan Palestina mendesak untuk melakukan pertemuan untuk mencapai perjanjian dan menjamin tidak melakukan kembali serangan dan agresi dan mencari penyebab eskalasi; bahwa pihak Palestina yang dimaksud adalah pemerintah otoritas di Ramallah; dengan alasan bahwa merekalah satu-satunya faksi yang bisa bertemu dengan pihak Zionis.</p>
<p>Bahwa sikap rezim Mesir -terutama dalam beberapa periode terakhir- tidak mungkin dapat dipahami kecuali hanya menambah tekanan pada Hamas, dan mencerminkan sampai dimana pihak berwenang Mesir dapat berinteraksi dengan Hamas adalah sebuah beban berat!.</p>
<p><strong><strong>Strategi Keseimbangan</strong></strong></p>
<p>Bagaimana jika pandangan rezim Mesir terhadap Hamas dilihat dari perspektif yang lain; sebagai keseimbangan yang strategis yang dapat memberikan kepentingan nasional tertinggi Mesir?</p>
<p>Berikut ini kami sajikan fakta-fakta untuk memperjelas realita yang terjadi:</p>
<p>1. Gerakan Hamas yang terbatas aktivitas nya pada aksi nasional untuk mempertahankan bumi Palestina, tidak ikut campur terhadap urusan dalam negeri Mesir dan urusan negara-negara Arab selama dua puluh satu tahun, sejak dimulai pendiriannya, sebagaimana proyek Islam yang dilakukannya adalah terkait dengan kemerdekaan bumi Palestina, tidak mengancam rezim Mesir dan rezim negara-negara Arab yang sedang berkuasa.</p>
<p>2. Bahwa gerakan Hamas adalah gerakan independen, tidak pernah mau tunduk pada berbagai rezim atau pihak manapun, dan rezim Mesir adalah pihak pertama yang mengetahui bahwa klaim loyalitas pada “Iran” atau bekerja untuk kemaslahatannya adalah tidak benar, dan keuntungan yang di dapat oleh HAMAS dalam menjalin hubungan dengan Iran hanyalah untuk mendukung program perlawanan hanyalah sebagai alasan, terutama setelah diserang oleh rezim-rezim Arab dan tertutup baginya pintu-pintu dialog, dan kemudian gerakan ini memiliki tingkat dinamis yang memungkinkan mereka untuk menanganinya secara positif sekalipun dengan orang-orang yang berbeda dengan mereka.</p>
<p>3.  Bahwa Hamas adalah gerakan yang berakar dari dalam dan luar, apalagi setelah menjadi pemimpin perlawanan Palestina pada tahun-tahun sebelumnya; mampu memenangkan pemilihan formal dan yang dilakukan secara adil di Tepi Barat dan Jalur Gaza, dan dari segi lembaga legislatif yang mewakili rakyat dari daerah-daerah tersebut, dan mencerminkan keprihatinan dan aspirasi rakyat, dan hal tersebut akan sia-sia jika melakukan marjinalisasi dan menyepelekannya.</p>
<p>Pengalaman menunjukkan bahwa semua upaya untuk menyerang dan memukul Hamas selama dua puluh satu tahun telah gagal, dan hal tersebut justru setiap kali dilakukan penyerangan menjadikannya lebih kuat dan  lebih populer di tengah masyarakat Palestina.</p>
<p>4.  Seperti yang sudah diketahui dalam perencanaan strategis, dengan apa yang dikenal sebagai sebuah ancaman nyata dalam negosiasi terhadap lawan atau musuh yang cenderung pada tipu daya dan bohong belaka, atau tidak memenuhi tuntutan minimum, dan satu-satunya ancaman nyata untuk penyelesaian negosiasi dengan Zionis adalah menghancurkan pasukan perlawanan bersenjata.</p>
<p>Bahwa melakukan pukulan terhadap pasukan perlawanan Palestina adalah merupakan pukulan terhadap sarana penekan hakiki bagi warga Palestina, dan menambah juru runding Palestina itu sendiri untuk serius mengambil seluruh hak-hak atau sebagian hak-hak warganya, kemudian meletakkannya pada “kondisi” dan “lumpur” yang tidak mungkin terjadi kecuali harus melaksanakan syarat-syarat yang dibuat oleh penjajah.</p>
<p>Adalah menyedihkan bahwa Zionis berseliweran di pasar dengan beberapa rezim Arab dan menjadikannya sebagai mitra dalam perang melawan “kelompok ekstrimis dan teroris”, sedangkan pada saat yang sama dirinya (Israel) juga memerangi Hamas dan kekuatan pasukan perlawanan; untuk dapat terus menguasai Tanah Suci dan me-yahudikannya serta menghinakan warganya, dan, pada saat yang sama pula rezim-rezim Arab berpura-pura tidak melihat terhadap HAMAS dan pasukan perlawanan; untuk menganggapnya sebagai simbol kemuliaan dan martabatnya, sebagai lini pertahanan bangsa yang maju untuk kepentingan umat, bahkan kemuliaan yang hakiki terhadap tuntutan politik.</p>
<p>Bahwa kedua pihak; Zionis dan Amerika sangat memahami akan bahasa kekuatan dan kepentingan, dan keberadaan HAMAS harus dilakukan dengan cara berinteraksi dengannya dalam bentuk nilai tambah bahkan pada kelompok yang bertentangan dengannya sekalipun.</p>
<p>5. Tanpa mengurangi penghormatan yang besar kepada bangsa dan tentara Mesir, yang tidak memiliki kesempatan untuk berperang secara nyata; Rezim Mesir telah mengalami kerugian di Jalur Gaza saat perang terjadi pada tahun 1967, perang yang terjadi hanya dalam satu hari, sementara Jalur Gaza tetap tegar selama lebih dari tiga minggu yang dipimpin oleh HAMAS, tanpa ada yang mampu dari alat-alat perusak Zionis yang modern untuk bisa masuk ke kota-kota di Gaza.</p>
<p>Bahwa pihak Keamanan nasional Mesir menjadikannya sarana penting untuk mempertimbangkan gerakan perlawanan Palestina dengan standar untuk mencari elemen positif dan potensial, dan dapat dilihat di sini pada nilai dari kekuatan perlawanan yang populer dalam kondisi tidak adanya tentara yang terstruktur mampu atau ingin terlibat masuk dalam perang atau melakukan peran tertentu.</p>
<p>6. Proses reformasi di Palestina -apakah berhubungan dengan PLO atau Otoritas Nasional Palestina atau layanan keamanan &#8211; akan terjadi hanya dengan partisipasi dari HAMAS. HAMAS yang tepat untuk mengambil alam yang adil dan peran yang positif dalam proses ini.</p>
<p>Selain itu, Hamas terus menikmati banyak kohesi dan efektivitas tinggi dalam setiap perintahnya dibandingkan dengan adanya kehancuran oleh karena tindak korupsi dan penurunan popularitas yang dialami oleh gerakan Fatah, yang tidak lagi dapat dicapai selama dua puluh tahun terakhir.</p>
<p>Pada ini, Mesir cepat atau lambat, baik dengan pemimpin HAMAS di Palestina atau masyarakat sebagai mitra dalam kepemimpinan, sehingga sistem yang pertama untuk membawa Mesir untuk mencapai pemahaman dengan pergerakan, dan memberikan keuntungan dalam meningkatkan plafon dituntut oleh bangsa Palestina.</p>
<p>7. Bahwa cara yang dilakukan oleh pemerintah Mesir dalam menjalin hubungan dengan HAMAS &#8211; termasuk masalah Jalur Gaza dan perbatasan Rafah- telah menimbulkan kemarahan warga Mesir dan warga Arab dan dunia Islam dan bahkan dunia internasional, dan menyebabkan kerugian besar pada diplomasi Mesir, menjatuhkan kewibawaan dan posisi tawar Mesir. Padahal sekiranya pemerintah Mesir mau membuka pintu perbatasan Rafah dan menggagalkan blokade maka akan mendapatkan banyak keuntungan:</p>
<p>-Mencapai popularitas besar dari warga Mesir dan menguatkan front internalnya.</p>
<p>- Membuat masalah blokade sebagai masalah Zionis saja dan bukan masalah Mesir.</p>
<p>- Meningkatkan kemampuan untuk mempengaruhi; baik kepada Hamas dan Fatah dalam mempercepat langkah rekonsiliasi nasional.</p>
<p>8. Bahwa entitas Zionis masih menganggap Mesir sebagai musuh, dan berusaha mengembangkan strategi sesuai dengan standar-standar dan prospek masa depan untuk melakukan perang dengan Mesir dan negara-negara Arab, dan Mesir berhak untuk menyesuaikan strategi mereka sesuai dengan kemungkinan adanya agresi Zionis, khususnya pada perundingan “Camp David” yang  membuat wilayah Sinai jatuh secara militer.</p>
<p>Oleh karena itu, dengan adanya fraksi perlawanan yang kuat di Gaza tidak hanya menjadi unsur pelindung bagi warga  Palestina untuk mencegah mereka dari pengusiran, kelaparan dan kehinaan, tetapi juga akan menjadi unsur pertahanan, garis terdepan dan pencegah entitas Zionis melakukan petualangannya; baik yang telah diperhitungkan atau yang belum diperhitungkan melawan Mesir.</p>
<p>9.  Sistem monarki di Mesir telah jatuh sejak tahun 1952 ketika sedikit sekali memberikan pembelaan terhadap hak warga Palestina pada perang tahun 1948, dan membawa Mesir selama bertahun-tahun menanggung beban kepemimpinan dari bangsa Arab untuk kemerdekaan Palestina, sementara warganya masih terus aktif memberikan kontribusi dan mengerahkan potensi.</p>
<p>Hal ini tak masuk akal untuk negara yang berhasil meluncurkan pasukan untuk kemerdekaan Palestina pada perang Salib dan perang Tatar; apakah -Mesir- saat ini tidak mampu melakukan tindakan walau sekadar mengusir duta besar Zionis atau menarik duta besarnya sendiri.</p>
<p>Bahwa yang diminta dari rezim dan pemerintahan Mesir pada fase ini tidaklah banyak, hanya diperlukan untuk tidak menjadi mitra dalam melakukan blokade, dan menyatakan bahwa ia tidak lagi terikat dengan adanya penutupan perbatasan Rafah atau perbatasan-perbatasan lainnya; karena Zionis sendiri tidak menghormati kesepakatan tentang garis perbatasan dan melakukan pelanggaran hingga ratusan kali, dan juga mengumumkan bahwa Mesir tidak akan masuk ke dalam berbagai perjanjian baru yang tidak menjamin penuh hak-hak Palestina, serta keamanan nasional Mesir.</p>
<p><strong>Sumber: </strong><a href="http://www.al-ikhwan.net/hamas-beban-politik-atau-demi-strategi-keseimbangan-2120/"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">http://www.al-ikhwan.net/hamas-beban-politik-atau-demi-strategi-keseimbangan-2120/</span></span></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=128&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/10/%e2%80%9chamas%e2%80%9d-beban-politik-atau-demi-strategi-keseimbangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Partai Politik yang Mendidik</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/11/21/partai-politik-yang-mendidik/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/11/21/partai-politik-yang-mendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 01:11:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[
Suatu kewajaran di masa krisis, masyarakat membutuhkan partai politik (parpol) yang mendidik. Itulah suatu kondisi di mana  masyarakat mulai menyentuh ruang kesadaran berpolitik. Sementara bagi parpol yang berusaha mendidik, dirinya tengah berada dalam fase kedewasaan berpolitik. 
Jelang pemilu 2009 ini, kita dapat merasakan sekaligus menyaksikan sendiri, arus politik di negri ini mulai memanas. Iklan-iklan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=89&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0       MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Suatu kewajaran di masa krisis, masyarakat membutuhkan partai politik (parpol) yang mendidik. Itulah suatu kondisi di mana <span> </span>masyarakat mulai menyentuh ruang kesadaran berpolitik. Sementara bagi parpol yang berusaha mendidik, dirinya tengah berada dalam fase kedewasaan berpolitik. <span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Jelang pemilu 2009 ini, kita dapat merasakan sekaligus menyaksikan sendiri, arus politik di negri ini mulai memanas. Iklan-iklan parpol mulai mengisi media massa mulai cukup berkembang. Berbagai moment seremonial tidak luput dari nuansa politis. Bahkan berbagai macam isu kontemporer, baik dari aspek hukum, social, budaya, politik, religiusitas, dan lain sebagainya, seakan tak ingin ketinggalan; ada yang bernuansa politis. Maklum saja, semua papol tengah membutuhkan penerimanan dari masyarakat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Negara kita, menjelang pemilu 2009 ini sudah memiliki 38 papol. Tentunya, semua parpol ingin memenangkan pemilu 2009. Dengan begitu, semakin ketatlah persaingan politik antar parpol tersebut. Itu juga membuktikan secara tidak langsung, ruang kesadaran berpolitik masyarakat mulai berkembang pesat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Melihat kenyataan itu, kemungkinan besar semua parpol mau tidak mau harus masuk ke dalam fase kedewasaan berpolitik. Termasuk beberapa parpol yang baru bermuculan; mereka terpaksa harus mendewasakan sikap politiknya di usia dini. Jika tidak, mereka harus menerima konsekwensi kekalahan sebelum bertarung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ya, kenyataan politik hari ini, kedewasaan berpolitik parpol menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat. Sehingga, di sanalah kita semua membutuhkan parpol maupun eksistensi kepemimipinan yang mendidik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Parpol maupun eksistensi kepemimipinan yang mendidik, dalam arti; tidak lagi menjadikan kekuasaan sebagai prioritas utamanya. Melainkan, sikap politiknya yang membawa pengaruh kepada masyarakat untuk berpikir, bersungguh-sungguh memperbaiki negri, dan tidak bermegah-megah hanya karena mencari popularitas semata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Sekarang, sudah adakah parpol maupun eksistensi kepemimpinan yang mengarah kesana? Jika ada, itu pantas di tiru oleh semua parpol. Sebab, parpol itulah yang menjadikan dirinya sendiri hanya sebagai pendidik bangsa. Ukuran kemenangan bagi mereka, bukan menang suara, melainkan eksistensi kebenaran melekat kepadanya. Ya, betul, itulah parpol yang mendidik, eksistensi kebenarannya berpengaruh terhadap masyarakat &#8211; agar semua pihak dapat membangkitkan kepahlawanan untuk negerinya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=89&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/11/21/partai-politik-yang-mendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagi Informasi Alamat Media Islam</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/05/13/berbagi-informasi-alamat-media-islam/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/05/13/berbagi-informasi-alamat-media-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 06:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogaryandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Disinilah tempat kita berbagi informasi alamat Media Islam di Indonesia. Apabila Anda berminat untuk menambahkan alamat Media Islam yang ada di Indonesia, silahkan mengisi komentar dalam blog ini. Dan mohon hubungi kami bila ada perubahan pada alamat media Islam yang sudah tercantum dalam blog ini. Semoga bermanfaat!
Majalah Tarbawi 
Jln.Pramuka Jati. No.430 A, Jakarta Pusat, 10440. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=52&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Disinilah tempat kita berbagi informasi alamat Media Islam di Indonesia. Apabila Anda berminat untuk menambahkan alamat Media Islam yang ada di Indonesia, silahkan mengisi komentar dalam blog ini. Dan mohon hubungi kami bila ada perubahan pada alamat media Islam yang sudah tercantum dalam blog ini. Semoga bermanfaat!<span id="more-52"></span></p>
<p><strong>Majalah Tarbawi </strong><br />
Jln.Pramuka Jati. No.430 A, Jakarta Pusat, 10440. Telp: 021-3153003<br />
PO BOX 1013 JKT 13010 E-mail: tarbawi@yahoo.com</p>
<p><strong>Majalah Sabili </strong><br />
Jl.Cipinang Cempedak III/11A, Polonia, Jakarta Timur 13340. Telp.021-8515513 / Website: www.sabili.co.id / Email: redaksi@sabili.co.id</p>
<p><strong>Majalah Percikan Iman </strong><br />
Jl. Paledang No.25 Karapitan – Bandung. Telp. (022) 4232972.<br />
/ email: redaksi@percikan-iman.com</p>
<p><strong>Majalah AL-IMAN </strong><br />
Jl.Cipinang Baru Bunder.No.3<br />
Jakarta Timur. Telp. 0214722375.</p>
<p><strong>Majalah AL-Wa’ie</strong><br />
Penerbit Hizbu Tahrir Indonesia<br />
Gedung Anakida Lt.4 Jl.Prof.Soepomo 27 Tebet Jakarta Selatan. Telp. 0218353254/ email:al-waie@al-islam.or.id</p>
<p><strong>Majalah Cahaya Sufi </strong><br />
Alamat Redaksi: Jl.Bekasi Timur IV No.15 Jatinegara, Jakarta Timur<br />
Telp.021-70767305/ email: suficenter@sufinews.com</p>
<p><strong>Majalah HIDAYATULLAH </strong><br />
Untuk berlangganan:<br />
Kantor Jakarta: Jl. Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Telp (021) 85902045<br />
Kantor Surabaya: Jl. Brigjend Katamso 180, Rewwin, Waru. Telp. (031) 8546163.<br />
Email: <a href="mailto:majalah@hidayatullah.com">majalah@hidayatullah.com</a> website: <a href="http://www.hidayatullah.com/">http://www.hidayatullah.com</a></p>
<p><strong>Majalah HIDAYAH</strong><br />
Alamat Redaksi: Kota Wisata Cibubur, Senkom Amsterdam, Blok H/I.<br />
Jl.Tansyogi KM.06 Cibubur.Kode pos 16968/ Telp.021-84935417.</p>
<p><strong>Majalah AS-Sunnah</strong><br />
Alamat Redaksi: Jl.Solo Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo, Solo 57183. Telp.0271-5891016 / email:assunnah@ponpesimambhukhari.or.id<br />
<strong><br />
<strong>Majalah UMMI </strong></strong><br />
Alamat Redaksi: Jl.Mede No.42 A Utan Kayu Jakarta Timur 13120<br />
Telp. 021-8193241 / Email:ummi@ummigroup.co.id</p>
<p><strong>Tabloid Suara Islam </strong><br />
Alamat Redaksi: Jl. Utan Kayu Raya No.88 Jakarta Timur<br />
Telp: 021-8563313. Website: www.suara-islam.com / Email: <a href="mailto:redaksi@suara-islam.com">redaksi@suara-islam.com</a></p>
<p><strong>Majalah Ummatie dan majalah Gerimis<br />
</strong>Jalan Raya Cimanglid Gg. Purnama Sukamantri-Tmanasari Ciomas PO BOX. 01 Kab. Bogor 16610. Email majalah GerimisL <a href="mailto:red_gerimis@plasa.com">red_gerimis@plasa.com</a> CP: 081380261991</p>
<p><strong>Penerbit Buku-Buku Islami </strong></p>
<p><strong>Gema Insani</strong><br />
Kantor Pusat: Gedung GIP Depok Jl. Ir. H. Juanda &#8211; Depok 16418<br />
Telp.: 7708891, 7708892, 7708893, Fax.: 7708894 http://www.gemainsani.co.id, Email: gipnet@indosat.net.id / Gedung GIP Kalibata: Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740 Telp.: (021)798 4391, 7984392, 7988 593, Fax.: (021) 798 4388</p>
<p><strong>MUMTAZA</strong><br />
Jl. Pakis 38 Cemani Baru Po.Box 319 Solo Telp/Fax. (0271) 708 5234, 720 455</p>
<p><strong>Pustaka Al-Kautsar </strong><br />
Jl. Cipinang Muara Raya No.63 Jakarta Timur 13420<br />
Telp: 021-8507590 website: www.kautsar.co.id Email: redaksi@kautsar.co.id</p>
<p><strong>Al-i’tishom Cahaya Umat </strong><br />
Jl.Pemuda III No.10, Rawamangun Jakarta Timur<br />
Tlp: 021 4702683-84 Website: www.al-itishom.co.id</p>
<p><strong>Zikrul Hakim </strong><br />
Jl.Waru No.20 B Rawamangun Jakarta Timur 13220<br />
Telp.(021) 475 4428 Website: www.zikrulhakim.com Email: redaksi_zikrul@yahoo.co.id</p>
<p><strong>Ziyad Visi Media </strong><br />
Jl.Duku II No.12 Jajar Laweyan Surakarta 57144<br />
Telp: 0271-727027</p>
<p>Penerbit buku:</p>
<p><strong>Darus Sunnah </strong></p>
<p>Jl. Otista III No.29 B Rt/Rw.001 / 05 Jatinegara – Jakarta 13340</p>
<p>Telp: (021) 8506377 / email: <a href="mailto:penerbit@darus-sunnah.com">penerbit@darus-sunnah.com</a> / website: <a href="http://www.darus-sunnah.com/">www.darus-sunnah.com</a></p>
<p>Penerbit:</p>
<p><strong>Kalam Aulia Mediatama </strong></p>
<p>Bumi Jatiwaringin Blok E No.8 Pondok Gede Bekasi 17411</p>
<p>Telp/Fax: 021 8463074 / hp.08156276264</p>
<p>email:kalamaulia@yahoo.co.id</p>
<p><strong>PT. Medina Media Utama </strong><br />
Graha Bintaro Jaya, Blok GRX No.35. Pondok Aren, Tangerang 15226 Telp. (021) 323 11722 E-mail: <a href="mailto:mediamedina@yahoo.co.id">mediamedina@yahoo.co.id</a></p>
<p><strong>Cakrawala Publishing</strong><br />
Jl. Palem Raya No.57 Jakarta 12260<br />
Telp. (021) 70602394<br />
E-mail: <a href="mailto:cakrawala_publish@yahoo.com">cakrawala_publish@yahoo.com</a><br />
Website: <a href="http://www.cakrawalasurya.com/">http://www.cakrawalasurya.com</a></p>
<p><strong>Syaamil</strong><br />
Bandung: Jl.Babakan Sari I No.71 Kiaracondong<br />
Bandung 40283 Telp.022-7208298 E-mail: <a href="mailto:marketing@syaamil.co.id">marketing@syaamil.co.id</a></p>
<p><strong>Penerbit Media ISLAMKA</strong><br />
PO.BOX 2000 TPSLO<br />
Email: <a href="mailto:islamka_1427@telkom.net">islamka_1427@telkom.net</a></p>
<p><strong>WIHDAH PRESS</strong><br />
Penerbit dan Penyebar buku Islami<br />
Jl. Kusumanegara No.98 Yogyakarta<br />
Telp. (0274) 389135</p>
<p><strong>Penerbit Karisma </strong><br />
Jl.Dipati Ukur 228, Bandung 40132<br />
Telp: (022) 2506549</p>
<p><strong>Penerbit Al-Azhar Press</strong><br />
Jl. Ciremai Ujung No.104 Warung Jambu, Bogor<br />
Telp.(0251) 360665 / website: <a href="http://www.al-azharpress.co.id/">http://www.al-azharpress.co.id</a></p>
<p><strong>Penerbit AKBAR</strong><br />
<strong>Akbar Media Eka Sarana</strong><br />
Perkantoran MUTIARA FAZA, Kav. RA 8<br />
Jl. Condet Raya, No. 27, Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur &#8211; 13760<br />
Telp. &amp; Fax: 021-87781922<br />
Email: <a href="mailto:info@penerbitakbar.com">info@penerbitakbar.com</a><br />
Website: <a href="http://www.penerbitakbar.com/">http://www.penerbitakbar.com</a></p>
<p style="margin:0 0 1pt;">
<p style="margin:0 0 1pt;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/blogaryandi.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/blogaryandi.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&blog=2353651&post=52&subd=blogaryandi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2008/05/13/berbagi-informasi-alamat-media-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7fe2caff6201122f7e826b10009c1b4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>