<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Media Kajian Ilmu Jurnalistik Islami</title>
	<atom:link href="http://blogaryandi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogaryandi.wordpress.com</link>
	<description>Ariyandi Gunawan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Oct 2011 00:20:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='blogaryandi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Media Kajian Ilmu Jurnalistik Islami</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blogaryandi.wordpress.com/osd.xml" title="Media Kajian Ilmu Jurnalistik Islami" />
	<atom:link rel='hub' href='http://blogaryandi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Diklat Dasar Jurnalistik Islami</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2011/01/27/pendidikan-dasar-jurnalistik-islami/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2011/01/27/pendidikan-dasar-jurnalistik-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2011 06:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam atas Rasulullah, para sahabatnya dan semua yang mengikutinya.. Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Untuk memajukan dakwah di masa kini, kita perlu menjalaninya dengan memanfaatkan media massa cetak atau elektronik. Karena dengan itu, dakwah bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, di mana masyarakat sekarang ini selalu membutuhkan informasi-informasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=544&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bismillahirrahmanirrahim</em></p>
<p>Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam atas Rasulullah, para sahabatnya dan semua yang mengikutinya..</p>
<p><em>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh</em></p>
<p>Untuk memajukan dakwah di masa kini, kita perlu menjalaninya dengan memanfaatkan media massa cetak atau elektronik. Karena dengan itu, dakwah bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, di mana masyarakat sekarang ini selalu membutuhkan informasi-informasi dari berbagai media  massa. Begitu pula dengan memanfaatkan media massa, dakwah dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap individu dan masyarakat. Karena dengan memanfaatkan media massa, dakwah bisa menjangkau sasaran yang luas dan mengubah presepsi.</p>
<p><span id="more-544"></span></p>
<p>Melihat pada kenyataan sekarang ini, begitu banyak media massa yang berkembang tapi hanya sedikit sekali yang menyiarkan dakwah Islam. Sehingga para aktivis dakwah sepertinya perlu berupaya memenuhi media-media massa dengan penyiaran dakwah Islam. Namun pemanfaatan media massa itu, dan penyiaran dakwah Islam, tidak mungkin dapat terealisasi dengan baik tanpa didukung dengan kemampuan dalam bidang jurnalistik. Untuk itulah, diperlukan suatu kegiatan <strong>Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dasar Jurnalistik Islami.</strong></p>
<p><a href="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2011/01/pji.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-551" title="PJI" src="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2011/01/pji.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a><strong>Konsep Diklat Dasar Jurnalistik Islami </strong></p>
<p><strong>1.Penyelenggara:</strong></p>
<ul>
<li>Diklat dasar Jurnalistik islami dapat diselenggarakan oleh organisasi dakwah atau institusi pendidikan Islam</li>
<li>Penyelenggara menyediakan sebuah ruangan / tempat dan peralatan mengajar untuk berlangsungnya kegiatan Diklat dasar Jurnalistik islami.</li>
</ul>
<p><strong>2. Peserta: </strong></p>
<ul>
<li>Peserta Diklat Dasar Jurnalistik Islami bisa dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan umum.</li>
</ul>
<p><strong>3.Tujuan: </strong></p>
<ul>
<li>Peserta mampu menulis berita dan opini serta memahami perbedaannya.</li>
<li>Peserta mengetahui ilmu, sejarah, dan kegiatan Jurnalistik Islami.</li>
<li>Peserta termotivasi untuk membuat media dakwah di sekolah atau organisasinya.</li>
<li>Peserta tertarik untuk mengubah atau memperbaiki media yang sudah ada.</li>
<li>Peserta mampu membuat konsep media dakwah</li>
</ul>
<p><strong>4. Waktu </strong></p>
<ul>
<li>Waktu pelaksanaan menuruti hasil kesepakatan antara penyelenggara dengan pembicara.</li>
</ul>
<p><strong>5. Pokok pokok Materi </strong></p>
<ul>
<li>Sejarah Jurnalistik Islami</li>
<li>Penulisan Berita</li>
<li>Penulisan Opini</li>
<li>Manajemen Pers Islam</li>
</ul>
<p><strong>6. Metode Pengajaran:</strong> Dialog Konstruktif</p>
<p><strong>7. Durasi: </strong> maksimal 8 Jam</p>
<p><strong>8. Pembicara</strong>: Ari Ariyandi Gunawan, S.Sos (Profil Pembicara, <a href="http://blogaryandi.wordpress.com/profil-penulis/">Lihat Disini</a>)</p>
<p>Pembicara bersedia menjadi pembicara <strong>GRATIS</strong> dalam <strong>Diklat Dasar Jurnalistik Islami </strong>dengan syarat; pihak penyelenggara membeli buku berjudul, &#8220;<strong>Paradigma Jurnalistik Islami</strong>&#8221; secara langsung kepada pembicara, minimal 15 buku. Buku tersebut sangat tepat bila dijadikan sebagai buku panduan untuk peserta Diklat Dasar Jurnalistik Islami. Pembelian buku tersebut dapat dilakukan saat Diklat berlangsung atau sebelumnya.</p>
<p><a href="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/cover-pji.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-507" title="COVER PJI" src="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/cover-pji.jpg?w=109&#038;h=150" alt="" width="109" height="150" /></a></p>
<p>Informasi mengenai buku dapat di lihat <a href="http://blogaryandi.wordpress.com/2010/12/07/telah-terbit-paradigma-jurnalistik-islami/">di sini.</a></p>
<p>Berminat menyelenggarakan <strong>Diklat Dasar Jurnalistik Islami</strong>, silahkan hubungi telpon/ SMS ke no. HP: 082125691108 / E-Mail: penulis.dakwah@yahoo.co.id</p>
<p><em>Wassalam</em></p>
<p>_______________________________________________________________________________</p>
<p><strong>PERHATIAN:</strong></p>
<p><strong>KONSEP DIKLAT DASAR JURNALISTIK ISLAMI INI TIDAK BERLAKU LAGI MULAI 15 OKTOBER 2011.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=544&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2011/01/27/pendidikan-dasar-jurnalistik-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2011/01/pji.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">PJI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/cover-pji.jpg?w=109" medium="image">
			<media:title type="html">COVER PJI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telah Terbit! Paradigma Jurnalistik Islami</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/12/07/telah-terbit-paradigma-jurnalistik-islami/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/12/07/telah-terbit-paradigma-jurnalistik-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 04:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku: Paradigma Jurnalistik Islami Penulis: Ariyandi Gunawan Penerbit: Media Dakwah Islam (MDI). Tebal: 73 halaman Harga buku: Rp. 16.000 Sebagai suatu respon terhadap situasi perkembangan media massa modern yang semakin pesat dan mulai tumbuhnya masyarakat informasi, yakni masyarakat yang selalu membutuhkan informasi melalui media massa, baik cetak atau elektronik, serta banyaknya teori-teori jurnalistik yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=473&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/cover-pji.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-507" title="COVER PJI" src="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/cover-pji.jpg?w=218&#038;h=300" alt="" width="218" height="300" /></a>Judul buku: Paradigma Jurnalistik Islami</p>
<p>Penulis: Ariyandi Gunawan</p>
<p>Penerbit: Media Dakwah Islam (MDI).</p>
<p>Tebal: 73 halaman</p>
<p>Harga buku: Rp. 16.000</p>
<p>Sebagai suatu respon terhadap situasi perkembangan media massa modern yang semakin pesat dan mulai tumbuhnya masyarakat informasi, yakni masyarakat yang selalu membutuhkan informasi melalui media massa, baik cetak atau elektronik, serta banyaknya teori-teori jurnalistik yang tidak dapat digunakan oleh kalangan Muslim karena bertentangan dengan syariat Islam, maka dari itulah penulis menghadirkan paradigma jurnalistik Islami.<span id="more-473"></span></p>
<p>Paradigma jurnalistik Islami yang dimaksud dalam buku ini adalah suatu kerangka berpikir untuk menjalankan kegiatan jurnalistik yang menuruti syariat Islam. Sehingga paradigma jurnalistik Islami ini sangat relevan digunakan oleh jurnalis Muslim dan berbagai kalangan aktivis Muslim.</p>
<p>Dalam buku Paradigma Jurnalistik Islami ini, terdapat pembahasan mengenai hal-hal berikut:</p>
<ul>
<li>Memperkenalkan beragam pengertian mengenai jurnalistik Islami.</li>
<li>Memperjelas Jurnalistik  Islami sebagai suatu bentuk ketundukan ilmu jurnalistik kepada syariat Islam.</li>
<li>Memahami Esensi Jurnalistik Islami</li>
<li>Memperkenalkan jurnalistik Islami sebagai jurnalistik yang berorientasi solusi.</li>
<li>Memahami karya jurnalistik Islami.</li>
<li>Memahami metode jurnalistik dakwah sebagai metode yang khusus dalam jurnalistik Islami.</li>
<li>Memahami Jurnalis Muslim sebagai jurnalis yang beragama Islam dan melaksanakan kegiatan jurnalistik Islami. Dalam buku ini dibahas pula mengenai tipe-tipe jurnalis Muslim, prinsip utamanya,dan cara berpikir dan bertindak yang dapat mendukung produktivitasnya, kemudian mentalitas yang harus dimilikinya.</li>
<li>Memahami media Islam sebagai media massa yang menyiarkan dakwah Islam.   Dalam buku ini dibahas pula mengenai bentuk-bentuk media massa, fungsi-fungsi media Islam, dan sasaran yang seharusnya dijangkau oleh suatu media Islam, dan keutamaan penyiaran dakwah Islam.</li>
</ul>
<p><a href="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/foto-buku-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-499" title="Foto buku 1" src="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/foto-buku-1.jpg?w=300&#038;h=223" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><strong>PERHATIAN !</strong></p>
<p>Buku ini khusus dijual untuk kegiatan Diklat Dasar Jurnalistik Islami . Informasi mengenai konsep kegiatan  tersebut dapat dilihat<a href="http://blogaryandi.wordpress.com/2011/01/27/pendidikan-dasar-jurnalistik-islami/"> disini.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=473&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/12/07/telah-terbit-paradigma-jurnalistik-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/cover-pji.jpg?w=218" medium="image">
			<media:title type="html">COVER PJI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogaryandi.files.wordpress.com/2010/12/foto-buku-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Foto buku 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergerakan Jurnalistik Islami</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/05/30/pergerakan-jurnalistik-islami/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/05/30/pergerakan-jurnalistik-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 04:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimbar Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ariyandi Gunawan Bismillahirrahmanirrahim Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam atas Rasulullah, para sahabatnya dan semua yang mengikutinya.. Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh Sebagai suatu jawaban terhadap keperluan dakwah di masa kini, yang berada dalam situasi perkembangan media massa modern yang semakin pesat, maka yang harus kita lakukan adalah meneruskan kembali pergerakan jurnalistik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=381&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;">Oleh : Ariyandi Gunawan</p>
<p><em>Bismillahirrahmanirrahim</em></p>
<p>Segala puji bagi Allah dan selawat serta salam atas Rasulullah, para sahabatnya dan semua yang mengikutinya..</p>
<p><em>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuh</em></p>
<p>Sebagai suatu jawaban terhadap keperluan dakwah di masa kini, yang berada dalam situasi perkembangan media massa modern yang semakin pesat, maka yang harus kita lakukan adalah meneruskan kembali pergerakan jurnalistik Islami. Karena pada dasarnya,  pergerakan jurnalistik Islami ini pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw ketika membuat surat-surat dakwah untuk dikirimkan kepada para raja, seperti kepada Heraklius raja Romawi, Kisra Kaisar Parsi, dan Najasyi Raja negri Habasyah, dan lain-lain – surat-surat dakwah itu berisi ajakan untuk menerima Islam. Selanjutnya pergerakan jurnalistik Islami itu juga dilaksanakan oleh para sahabat. Dan sekarang ini, tentulah kita yang harus meneruskan pergerakan tersebut dengan memanfaatkan media massa modern.<span id="more-381"></span></p>
<p>Pergerakan jurnalistik Islami adalah gerakan dakwah atau penyebaran pemikiran maupun ideologi Islam dengan menggunakan teknik dan strategi jurnalistik serta pemanfaatan media massa modern, baik cetak maupun elektronik.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;">“<em>Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”.</em>(Q.S.Ali-Imran: [3]: 110).</p>
<p>Pergerakan jurnalistik Islami ini harus selalu berupaya menjawab persoalan-persoalan kehidupan manusia. Karena Islam merupakan agama yang sesungguhnya membawa rahmat bagi semesta alam.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Tiada kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”</em>(Q.S. Al-Anbiya:107).</p>
<p>Pergerakan jurnalistik Islami ini juga merupakan suatu jalan untuk melakukan perlawanan terhadap serangan pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam yang menyebarkan informasi, ide, atau pemikiran-pemikiran yang dapat merusak aqidah. Begitu pula, melalui pergerakan ini, kita harus berupaya menyebarkan pemberitaan-pemberitaan yang sejalan dengan ideologi Islam dan meluruskan informasi-informasi yang dapat merusak citra Islam.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dia-lah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. </em>(Q.S. At-Tawbah [9]: 32-33).</p>
<p style="text-align:left;">Dalam pergerakan jurnalistik Islami ini, kita perlu merealisasikan hal-hal berikut:</p>
<p>(a). Memperhatikan urusan umat dengan menyebarkan pemikiran, pengetahuan, dan ideologi Islam dalam berbagai bentuk karya jurnalistik, yang dipublikasikan melalui media.</p>
<p>(b).Mendukung pihak-pihak yang berupaya membangun pers yang professional dan bertangungjawab sosial.</p>
<p>(c).Berusaha untuk meluruskan informasi-informasi yang berpotensi merusak citra Islam.</p>
<p>(d).Mengajak para Jurnalis muslim untuk berpihak kepada Islam dalam membangun pemberitaannya di media massa.</p>
<p>Sementara untuk mengembangkan pergerakan ini, terdapat beberapa hal yang harus dilaksanakan:</p>
<p>(1).Memberikan pendidikan dan pelatihan jurnalistik kepada para pengemban dakwah.</p>
<p>(2).Mendorong organisasi-organisasi Islam untuk mendirikan media massa modern.</p>
<p>(3).Membangun jaringan antar jurnalis Muslim dan para pemimpin redaksi media Islam professional maupun pergerakan.</p>
<p>(4). Mendukung pihak-pihak yang hendak mendirikan sekolah-sekolah jurnalistik Islami.</p>
<p>(5). Mentarbiyah para jurnalis Muslim dari media massa umum agar memahami Islam secara benar, integral, dan komprehensif.</p>
<p>Demikianlah saya sampaikan apa yang perlu dilaksanakan dalam pergerakan jurnalistik Islami.</p>
<p style="text-align:center;">Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”</em>(QS. Muhammad  [47] : 7).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=381&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/05/30/pergerakan-jurnalistik-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prinsip-Prinsip Jurnalis Muslim</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/04/19/prinsip-prinsip-kerja-jurnalis-muslim/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/04/19/prinsip-prinsip-kerja-jurnalis-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 02:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ariyandi Gunawan Jurnalis muslim adalah jurnalis yang beragama Islam. Dalam hal ini, jurnalis Muslim perlu memiliki prinsip-prinsip sebagaimana berikut ini: Prinsip pertama, berpihak kepada kebenaran Islam. Maksudnya, berusaha membuat isi pemberitaan tidak menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits). Allah SWT berfirman: “&#8230;.Dan ingatlah nikmat Allah padamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=367&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis:</strong> Ariyandi Gunawan</p>
<p>Jurnalis muslim adalah jurnalis yang beragama Islam. Dalam hal ini, jurnalis Muslim perlu memiliki prinsip-prinsip sebagaimana berikut ini:</p>
<p><strong>Prinsip pertama, </strong>berpihak kepada kebenaran Islam. Maksudnya, berusaha membuat isi pemberitaan tidak menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits).</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;">“&#8230;.<em>Dan ingatlah nikmat Allah padamu dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Al Kitab (al-Quran) dan al-Hikmah (as-Sunnah). Allah memberi pelajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasannya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu .”</em> (QS al-Baqarah [2]: 231).<span id="more-367"></span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Prinsip kedua,</strong> peduli dengan urusan umat Islam.<strong> </strong>Seorang jurnalis muslim adalah orang yang peduli terhadap urusan umat Islam. Maka melalui pemberitaanya, jurnalis muslim harus selalu membela atau mendukung urusan umat Islam diberbagai aspek kehidupan. Siapa  saja  yang tidak peduli terhadap urusan umat Islam, maka ia bukan golongan mereka.</p>
<p>Begitu pula, sebagai wujud dari kepedulian terhadap umat Islam, jurnalis muslim juga perlu menjaga persaudaraan antar sesama muslim. Rasulullah saw memberikan arahan untuk itu, sabdanya: <em>“Seorang muslim itu menjadi saudara Muslim (lainnya). Ia tidak boleh menganiayanya, tidak boleh membiarkannya, tidak boleh merendahkannya, dan tidak boleh menghinanya. Adalah suatu kejahatan bila seorang itu menghina saudara lainnya yang Muslim. Setiap Muslim bagi Muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan nama baiknya. Takwa itu disini</em> (diulang sebanyak tiga kali sambil menunjuk dada beliau).” (HR.Muslim).</p>
<p><strong>Prinsip ketiga,</strong> membangun interaksi sosial secara luas. Bukanlah jurnalis Muslim jika tidak mampu bergaul dengan banyak orang dari berbagai kalangan atau golongan masyarakat. Karena dengan itu, jurnalis dapat memperoleh banyak informasi maupun pengetahuan untuk dijadikan berita yang bermanfaat. Upayakan pemberitaan yang dihasilkan jurnalis muslim mampu memberikan solusi bagi persoalan kehidupan masyarakat. Rasulullah saw bersabda: <em>“Seorang mukmin itu akrab dan mudah diakrabi, dan tidak ada kebaikan orang yang tidak demikian, dan sebaik-baik orang ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.</em>(HR At-Thabrani).</p>
<p><strong>Prinsip keempat,</strong> berlaku adil dalam membangun pemberitaan. Selama dalam proses pencarian kebenaran, jurnalis muslim harus seimbang memposisikan nara sumber dalam suatu pemberitaan. Intinya, supaya jangan sampai terjadi, seseorang atau sekelompok orang menerima ketidakadilan dalam suatu pemberitaan; cenderung disalahkan secara sepihak dengan tidak memberikannya kesempatan untuk berbicara; menyampaikan keterangan, pendapat, alasan, maupun sanggahan – padahal mereka belum jelas terbukti bersalah. Karena Allah memerintahkan kepada kita untuk berlaku adil, firman-Nya: <em>Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</em> (QS.Al-Maidah[5]: 8).</p>
<p><strong>Prinsip kelima,</strong> bekerja secara professional. Jurnalis Muslim harus menyadari bahwa pekerjaannya  merupakan suatu amanah yang mesti dilaksanakan dengan baik. Jurnalis Muslim adalah jurnalis yang jujur dalam membangun pemberitaan; mengungkapkan fakta dan data secara apa adanya; objektif, dan jelas sumbernya.</p>
<p align="center">Allah SWT berfirman:</p>
<p align="center"><em>”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar”. </em>(Al-ahzab [33] : 70).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jurnalis Muslim yang bekerja secara professional juga berarti hanya menerima upah atau gaji dari perusahaan media tempat bekerjanya saja, tidak menerima ‘uang amplop’ atau suap dari nara sumber.</p>
<p>Bekerja secara professional bagi Jurnalis Muslim adalah bekerja dengan ikhlas, sungguh-sungguh, bersemangat, dan penuh kesabaran; sabar ketika menghadapi berbagai macam karakter nara sumber, sabar dalam menghadapi medan liputan yang tidak nyaman, lokasi tempat terjadinya suatu peristiwa yang jauh, menghadapi persoalan yang rumit untuk diberitakan dan lain-lain. Kemudian selalu berupaya membangun pemberitaan yang bertanggungjawab, menyeru kepada perbuatan baik dan mencegah kemungkaran atau kezhaliman.</p>
<p align="center">Allah SWT berfirman:</p>
<p align="center"><em>“Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”.</em> (QS al-Ankabut [29]: 69).</p>
<p><strong>Prinsip keenam,</strong> selalu berpikir positif. Maksudnya menghindari prasangka buruk, melainkan selalu berupaya mencari solusi terhadap suatu persoalan yang akan diberitakan dalam media.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka…</em>(QS. Al-Hujurat:12).</p>
<p><strong>Prinsip ketujuh,</strong> selalu berpikir kritis. Maksudnya, berupaya menggali informasi secara mendalam, tidak mudah mempercayai pernyataan dari nara sumber mengenai peristiwa tertentu yang akan diberitakan sebelum mengetahui dengan jelas kenyataan yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;">“<em>Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya…”.</em>(Q.S. Al-Isra [17]:36).</p>
<p>____________</p>
<p><strong>(* Catatan:</strong> Artikel ini diperbarui 06 September 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=367&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/04/19/prinsip-prinsip-kerja-jurnalis-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Pers Islam</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/03/01/karakteristik-pers-islam/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/03/01/karakteristik-pers-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 06:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan Pers Islam harus berusaha membentuk karakteristik sebagaimana sifat-sifat dasar Rasulullah Saw yang terdiri dari; shiddiq, amanah, tabligh dan fathonah. Sehingga dalam hal ini,  pers islam harus mampu meneladani sifat-sifat dasar tersebut sebagai suatu bagian dari meneladani akhlak Rasulullah saw. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=333&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Pers Islam harus berusaha membentuk karakteristik sebagaimana sifat-sifat dasar Rasulullah Saw yang terdiri dari; <em>shiddiq</em>, <em>amanah</em>, <em>tabligh</em> dan <em>fathonah</em>. Sehingga dalam hal ini,  pers islam harus mampu meneladani sifat-sifat dasar tersebut sebagai suatu bagian dari meneladani akhlak Rasulullah saw.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.</em> (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21).<span id="more-333"></span></p>
<p>Penjelasan mengenai sifat-sifat dasar Rasulullah saw dan apa yang harus dilakukan pers Islam dalam meneladaninya diterangkan sebagaimana berikut ini:</p>
<p><strong>Shiddiq </strong></p>
<p>Shiddiq berarti benar. Maksudnya, Nabi Muhammad saw adalah pembawa kebenaran. Apa yang diucapkan Nabi saw adalah kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, sebagaimana firman-Nya: <em>Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).</em>(Q.S.An-Najm[53]:4).</p>
<p>Sebagai pembawa kebenaran, Nabi Muhammad saw tentunya memiliki kepribadian yang sangat jujur. Bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, beliau memiliki kepribadian yang sangat jujur sehingga mendapat gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya) dalam lingkungan sosialnya.</p>
<p>Maka apa yang seharusnya dilakukan  pers Islam dalam meneladani sifat siddik tersebut adalah menyajikan pemberitaan atau isi siaran yang jujur; fakta dan data diterangkan secara benar, objektif, dan jelas sumbernya,  kemudian berpihak kepada ideologi Islam.</p>
<p><strong>Amanah </strong></p>
<p>Amanah berarti bahwa Rasulullah Muhammad saw adalah pribadi yang sangat bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan atau apa saja yang diembankan kepadanya. Sehingga beliau adalah pribadi yang selalu melaksanakan segala urusan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, menepati janji, dan tidak pernah berkhianat.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesunguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. </em>(Q.S. An-Nisa [4]:58)</p>
<p>Maka dari sini, pers Islam yang meneladani sifat amanah adalah pers yang bekerja secara profesional, proporsional, objektif, dan bertangung jawab sosial.</p>
<p><strong>Tabligh</strong></p>
<p>Tabligh berarti menyampaikan. Maksudnya, Rasulullah saw selalu menyampaikan ajaran Islam kepada umatnya.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>“<em>Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan dari Tuhanmu..</em>”(Q.S. Al-Maidah [5]:67).</p>
<p>Karena memiliki sifat tabligh, tentunya Rasulullah Saw merupakan pribadi yang sangat komunikatif. Maka bagi pers Islam yang meneladani sifat tabligh Rasulullah saw harus selalu menyampaikan kebenaran Islam secara terus terang dan komunikatif kepada khalayaknya.</p>
<p><strong>Fathonah</strong></p>
<p>Rasulullah Muhammad saw memiliki sifat fathonah yang berarti cerdas. Kecerdasan Rasulullah saw dapat dilihat dari bagaimana beliau menyusun dakwah, strategi berpolitik, berperang dan lain-lain. Selain memiliki sifat yang cerdas, beliau juga mencerdaskan karena ajaran Islam yang disampaikannya merupakan solusi terbaik bagi kehidupan manusia.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<p>“<em>Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”.</em> (Q.S.Ali-Imran: [3]: 110).</p>
<p>Maka pers Islam yang meneladani sifat fatonah Rasulullah saw berarti berusaha menjadikan dirinya hadir dihadapan khalayak selalu memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan kehidupan manusia.</p>
<p><strong>*) Catatan:</strong> Artikel ini selesai direvisi pada tanggal 19 September 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=333&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2010/03/01/karakteristik-pers-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Publisitas Dakwah Islam</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/15/publisitas-dakwah-islam/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/15/publisitas-dakwah-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:51:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ariyandi Gunawan Dakwah harus terus dijalankan kerena merupakan amal yang penting untuk menegakan Islam. Karenanya, pengemban dakwah adalah orang yang memiliki perkataan terbaik; menyuarakan kebenaran Islam, memelihara kesalehan, dan ikhlas dalam menjalankannnya. “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=154&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Dakwah harus terus dijalankan kerena merupakan amal yang penting untuk menegakan Islam. Karenanya, pengemban dakwah adalah orang yang memiliki perkataan terbaik; menyuarakan kebenaran Islam, memelihara kesalehan, dan ikhlas dalam menjalankannnya. “<em>Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” </em>(QS.Fushilat [41]: 33).</p>
<p><span id="more-154"></span></p>
<p>Begitu pula dakwah itu harus menjangkau sasaran (objek) masyarakat secara luas. Maka berangkat dari sana, membangun publisitas dakwah Islam merupakan langkah yang tepat untuk direalisasikan.</p>
<p>Publisitas dakwah Islam adalah kegiatan penyiaran dakwah Islam melalui media massa cetak maupun elektronik; Koran, Majalah, Televisi, Radio, Internet, dan lain sebagainya. Sementara isi siaran yang disampaikannya dapat berupa karya-karya jurnalistik Islami maupun  berbagai macam informasi penting yang terkait dakwah Islam, baik dalam bentuk tulisan, suara, suara dan gambar (video), foto, grafik, dan lain-lain.</p>
<p>Rasulullah Saw bersabda: <em>Sampaikanlah dariku walapun hanya satu ayat.</em> (H.R .Tirmidzi).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Metode Penyiaran Dakwah Islam </strong></p>
<p>Kita dapat merealisasikan publisitas dakwah Islam melalui media massa dengan menggunakan metode penyiaran dakwah pada umumnya. Allah berfirman: <em>Ud’u ilaa sabiili rabbika bilhikmati walmau-izhati lhasanati wa jaa dilhum billatii hiya ahsanu innarabbaka huwa a’lamu biman dhalla’an sabilihi wa huwa a’lamu bilmuhtadiina. </em>“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”.( QS.An-Nahl:125).</p>
<p>Surat An-Nahl ayat 125 di atas memiliki kandungan nilai yang sangat relevan untuk digunakan sebagai metode dalam menyiarkan dakwah Islam melalui media massa cetak maupun elektronik. Pasalnya, dalam surat An-Nahl ayat 125 tersebut, terdapat nilai yang universal &#8211; humanistis, edukatif, dan dialogis.</p>
<p><strong>Universal – humanistis </strong></p>
<p><em>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah…</em><strong> </strong></p>
<p>Dalam surat An-Nahl ayat 125 tersebut dapat dikatakan memiliki nilai yang universal karena menunjukan kepada sasaran dakwah yang bersifat umum (manusia). Sementara karakteristik media massa, umumnya selalu memberikan informasi kepada sasaran masyarakat secara luas.</p>
<p>Demikian, sasaran dakwah Islam dalam media massa  bersifat heterogen; sasaran dakwah harus dapat menjangkau berbagai macam perbedaan manusia, berdasarkan faktor usia (tua, muda), jenis kelamin (laki-laki, perempuan), dan latar belakang budaya (suku, bangsa, dan bahasa). Konsepsi interaksi sosial dalam dakwah yang sasarannya heterogen semacam itu tentunya dianjurkan dalam Islam, sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan: <em>“Yaa ayyuhannaasu innaa khalaqnaakum min dzakarin wa untsaa wa ja’alnaakum syu’uuban wa qabaa-ila lita’aarafuu inna akrama kum ‘indallaahi atqaakum innallaaha ‘aliimun khabiirun”.</em><em>Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal</em><em>.</em> (QS.Al-Hujurat:13).</p>
<p>Selain itu, dalam suatu nilai maupun makna yang universal, niscaya terdapat nuansa yang humanistis. Sebagaimana dalam surat An-Nahl ayat 125, terdapat seruan berdakwah dengan cara memberikan pelajaran atau nasihat yang baik.</p>
<p>Nasihat yang baik ini dapat berupa perkataan yang dapat menyentuh perasaan dan santun. Itulah nuansa humanistis yang mesti dicitrakan dalam dakwah Islam melalui media massa.</p>
<p>Ingatlah perintah Allah Swt kepada Nabi Musa dan Harun untuk menghadapi Fir’awn, firman-Nya: <em>“Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut..”</em> (QS.Ta Ha:44).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Edukatif </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><em>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik&#8230;</em></p>
<p>Sebagian dari surat An-Nahl ayat 125 tersebut, sarat makna yang edukatif (mendidik). Pasalnya, ayat tersebut menerangkan suatu seruan kepada kita selaku umat muslim agar mengajak setiap manusia kepada jalan yang benar dengan cara yang mendidik. Adakah cara menyampaikan pesan yang lebih baik selain dengan cara yang mendidik?</p>
<p>Dan makna yang edukatif dalam berdakwah melalui media massa ini merupakan unsur yang seharusnya dominan disajikan kepada khalayak (masyarakat). Bahkan akan menjadi lebih baik apabila menjadikan sebuah media massa sebagai saluran aspirasi atau pemikiran yang Islami dari para ulama atau kaum intelektual muslim. <em>“..Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.</em>”( QS.At-Tawbah [9]: 122).</p>
<p>Selain itu, unsur edukatif dalam bedakwah di media massa harus pula mengandung motif perjuangan didalamnya. Sehingga dalam unsur edukatif ini, bukan hanya kesantunan yang penuh kelembutan saja yang harus dicitrakan dalam menyampaikan pesan dakwah, melainkan juga termasuk membangun semangat perjuangan, dan memberikan peringatan dengan tegas dan proforsional.</p>
<p><strong>Dialogis </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>“..dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”</em></p>
<p>Makna yang dominan muncul pada sebagian surat An-Nahl ayat 125 diatas terkesan membebaskan kita untuk menyuarakan dakwah. Sehingga kita dapat menyampaikan dakwah dengan cara yang lebih membebaskan. Adapun cara dakwah semacam itu dapat kita laksanakan dengan cara yang bersifat dialogis yang didalamnya harus berupaya meyakinkan sasaran dakwah menuju kepada kebenaran dengan dalil dan argumentasi yang jelas. Dan tentunya, dakwah melalui media massa dengan proses yang dialogis nampaknya sangat relevan untuk direalisasikan. Sebab dakwah melalui media massa yang sasaran dakwahnya bersifat heterogen biasanya memerlukan cara-cara yang dialogis. []</p>
<p>*)Artikel ini diperbarui, 14 Maret 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=154&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/15/publisitas-dakwah-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Muslim di Media Massa Umum</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jurnalis-muslim-di-media-massa-umum/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jurnalis-muslim-di-media-massa-umum/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ariyandi Gunawan Seorang muslim yang menjalankan aktivitas jurnalistik di media Islam memang lebih tepat di sebut sebagai jurnalis muslim. Namun bukan berarti seorang muslim yang menjalankan aktivitas jurnalistiknya di media massa umum tidak dapat di sebut sebagai jurnalis muslim. Teruntuk jurnalis muslim di media massa pada umumnya, perlu diketahui bahwa sesungguhnya ajaran Islam cukup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=143&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Seorang muslim yang menjalankan aktivitas jurnalistik di media Islam memang lebih tepat di sebut sebagai jurnalis muslim. Namun bukan berarti seorang muslim yang menjalankan aktivitas jurnalistiknya di media massa umum tidak dapat di sebut sebagai jurnalis muslim.</p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p>Teruntuk jurnalis muslim di media massa pada umumnya, perlu diketahui bahwa sesungguhnya ajaran Islam cukup mudah untuk dipelajari dan diterapkan di segala tempat dan waktu, sehingga bila belum memiliki pemahaman terhadap nilai-nilai Islam secara mendalam, maka mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits) dengan sungguh-sungguh harus dilakukan.</p>
<p>Ketika seorang muslim mengakui dirinya sebagai muslim, dan menjadikan agama Islam sebagai agama yang murni bukan sekedar warisan, bukan sebagai hobi dan bukan secara zhahir saja. Maka yang dituntut darinya adalah berpegang teguh dengan seluruh ajaran Islam serta menyesuaikan diri dengan Islam di segenap bidang kehidupan dengan penuh kerelaan dan ketundukan [1].</p>
<p>Demikian, seorang muslim yang bekerja dalam bidang jurnalistik, maka harus menyesuaikan diri dengan ajaran Islam dalam setiap aktivitas kerjanya. Allah berfirman: <em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya.”</em> (QS. Al-Baqarah [2]: 208).</p>
<p>Dan sebagai bahan pembelajaran untuk membangun pemberitaan yang Islami, jurnalis Muslim harus memperhatikan Islam sebagai sistem yang memberikan arahan kepada aspek-aspek kehidupan muslim, sebagaimana berikut ini [2]:</p>
<p>1. Islam sebagai  agama dan ideologi.(QS.Al-An’am [6]:162-164).</p>
<p>2. Islam sebagai sistem yang mengatur moralitas dan tingkah-laku. (QS.Al-Isra [17] :23-37).</p>
<p>3. Islam sebagai pedoman yang mengarahkan perasaan. (QS.Al-Hadid [57]:22-23, An-Nisa [4] : 104).</p>
<p>4. Islam sebagai pedoman dalam sistem pendidikan. (QS.Al-Alaq [96]:1-5, Ali-Imran [3]: 164).</p>
<p>5. Islam sebagai pedoman dalam sistem sosial kemasyarakatan (QS. Al-Hujurat [49] :11-13, An-Nur [24] : 11-17).</p>
<p>6. Islam sebagai pedoman dalam sistem politik dan kenegaraan (QS. An-Nisa [4]: 59).</p>
<p>7. Islam sebagai pedoman yang mengatur sistem perekonomian. (QS.Al-Baqarah [2]: 3, Al-Hasyr [59]: 7, At-Tawbah [9]: 60; 103).</p>
<p>8. Islam sebagai pedoman dalam sistem kemiliteran. (QS. Al-Anfal [8]: 39, 60-61).</p>
<p>9. Islam sebagai pedoman sistem hukum dan perundang-undangan. (QS. Al-Maidah [5] : 50).</p>
<p><strong>Memilih Media</strong></p>
<p>Jurnalis muslim dapat diartikan sebagai orang yang beragama Islam yang melaksanakan kegiatan jurnalistik melalui media massa, baik cetak maupun elektronik, seperti Majalah, Koran, Tabloid, Televisi, Radio, dan lain-lain. Dan seseorang biasanya di sebut sebagai jurnalis ketika terikat kerja secara profesional, bekerja secara rutin dalam melaksanakan kegiatan jurnalistik dalam sebuah media massa.</p>
<p>Namun dari sini, sebagai seorang jurnalis muslim sebaiknya memilih media massa yang relevan dengan kemuslimannya. Karena sebagai jurnalis muslim harus menyadari bahwa setiap manusia memiliki tangungjawab untuk menyampaikan kebenaran.Allah berfirman: <em>“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh</em>”.(QS. Al-Ahzab: 72).</p>
<p>Apabila seorang jurnalis muslim yang terikat kerja secara professional dengan sebuah perusahaan media massa umum, maka harus berusaha mendorong kebijakan redaksinya agar dominan menyajikan hasil temuan-temuan ilmiah dalam setiap pemberitaannya. Karena pemberitaan semacam itu bisa dijadikan referensi untuk menegakan keadilan oleh pihak manapun. Dan jurnalis muslim berpeluang membangun pemberitaan yang Islami.</p>
<p>Allah berfirman: <em>“Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan, ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui”.</em> ( QS. Al-A’raf [7]: 181-182).</p>
<p>Begitulah sedikitnya apa yang harus dilakukan jurnalis Muslim di media massa umum dalam membangun pemberitaan yang Islami. Karena sesunguhnya kita adalah umat muslim yang misi dan tujuan hidupnya[3] telah digariskan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:<em> “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu, dan begitu pula dalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu kepada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” </em>(QS.Al-Hajj:77-78).</p>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<p>[1] Lihat <a href="http://www.al-ikhwan.net/komitmen-seorang-muslim-pada-sisi-aqidah-2905/">http://www.al-ikhwan.net/komitmen-seorang-muslim-pada-sisi-aqidah-2905/</a>.</p>
<p>[2] Lihat Artikel: Abu Abdullah, Mempelajari aspek-aspek Islam Secara Integral dan Tidak Parsial/ kategori Tsaqafah Islamiyah, 17 April 2007, <a href="http://www.al-ikhwan.net/mempelajari-aspek-aspek-islam-secara-integral-dan-tidak-parsial-130/">http://www.al-ikhwan.net/mempelajari-aspek-aspek-islam-secara-integral-dan-tidak-parsial-130/</a></p>
<p>[3] Untuk memahami lebih dalam mengenai misi dan tujuan hidup bagi seorang muslim, lihat <a href="http://www.al-ikhwan.net/kepada-apa-kami-menyeru-manusia-886"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">http://www.al-ikhwan.net/kepada-apa-kami-menyeru-manusia-886</span></span></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=143&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jurnalis-muslim-di-media-massa-umum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Pers Islam</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/mengenal-pers-islam/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/mengenal-pers-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:20:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jurnalistik Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ariyandi Gunawan Pers adalah suatu lembaga, institusi, organisasi, atau perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan jurnalistik. Istilah pers itu juga sering kali diartikan sebagai penyiaran berita atau informasi melalui media massa cetak maupun elektronik. Ada pula yang mengartikan pers sebagai institusi atau lembaga yang mengelola atau menerbitkan media massa cetak maupun elektronik. Bahkan kadang istilah pers [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=136&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Ariyandi Gunawan </strong></p>
<p>Pers adalah suatu lembaga, institusi, organisasi, atau perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan jurnalistik. Istilah pers itu juga sering kali diartikan sebagai penyiaran berita atau informasi melalui media massa cetak maupun elektronik. Ada pula yang mengartikan pers sebagai institusi atau lembaga yang mengelola atau menerbitkan media massa cetak maupun elektronik. Bahkan kadang istilah pers digunakan untuk menunjukan orang yang melaksanakan tugas jurnalistik; wartawan, reporter, jurnalis, pimpinan redaksi, dll. Karena eksistensi mereka mewakili institusi atau media tempatnya berkarya dan bekerja. Itulah pers dalam pengertian secara umum. Adapun istilah pers Islam dapat dimaknai sebagai pers dalam pengetian secara umum tersebut dan mengemban misi berikut ini:<span id="more-136"></span></p>
<p><strong>Pendidikan </strong></p>
<p>Pers islam yang mengemban misi pendidikan berarti menyebarkan berbagai macam ilmu dan pengetahuan Islam untuk memperkokoh akidah dan membangun kemuliaan akhlaq.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.”</em> (Q.S. Yusuf:108).</p>
<p><strong>Persaudaraan </strong></p>
<p>Pers Islam yang mengemban misi persaudaraan antar sesama muslim adalah pers yang tidak memperuncing perbedaan antar sesama muslim; menetralisir keadaan bila terjadi pertentangan, menghindari perselisihan atau permusuhan, dan menghindari berbagai bentuk perdebatan berkepanjangan atau polemik. Pers islam yang mengemban misi persaudaraan ini juga harus berupaya menjadikan pemberitaannya jauh dari kecenderung yang dapat menimbulkan keraguan-raguan terhadap keimanan umat Islam dan tidak memberitakan persoalan yang bisa menggoncangkan kepercayaan atau menciptakan ketidakstabilan antar sesama muslim.</p>
<p style="text-align:center;">Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat”. </em>(Q.S.Al-Hujurat: 10).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Perjuangan </strong></p>
<p>Pers Islam yang mengemban misi perjuangan artinya berkonsentrasi menyebarkan pemberitaan atau membentuk opini untuk membela dan menegakan syariat Islam.</p>
<p style="text-align:center;">Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Dan hendaklah ada di antara kamu segologan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”</em>.( Q.S. Ali-imran:104).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kategori Pers Islam </strong></p>
<p>Pers Islam dapat dibedakan menjadi dua kategori, yakni pers Islam profesional dan pers pergerakan Islam.</p>
<p><strong>Pers Islam Profesional </strong></p>
<p>Pers Islam professional adalah lembaga penyiaran yang melaksanakan kegiatan jurnalistik, yang secara struktural tidak terkait dengan sebuah organisasi masyarakat (ormas) Islam atau partai politik Islam. Dalam hal ini, kedudukan pers tersebut sebagai suatu institusi biasanya berbentuk perusahaan komersil. Meski begitu, pers ini sangat berkonsentrasi menyiarkan informasi atau pemberitaaan (isi siaran) dakwah Islam.</p>
<p>Pers islam profesional adalah pers yang tergolong komersil; mencari keuntungan pada sisi bisnis, disamping memiliki idealisme. Misalnya, menerima periklanan dalam setiap penerbitannya, tapi hanya iklan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan dakwah Islam.</p>
<p><strong>Pers Pergerakan Islam </strong></p>
<p>Pers Pergerakan Islam adalah pers yang secara kelembagaan merupakan bagian dari sebuah ormas atau partai politik Islam. Sehingga pers ini merupakan pers yang menerbitkan media representatif dari ormas atau partai politik Islam. Kemudian biasanya, pers ini tidak terlalu memperhatikan keuntungan pada sisi bisnis, melainkan lebih berkonsentrasi menyebarkan ideologi Islam untuk mewujudkan masyarakat yang islami.</p>
<p><strong>*) Catatan:</strong> Artikel ini selesai direvisi pada tanggal 19 September 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=136&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/mengenal-pers-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jihad dalam Jurnalistik</title>
		<link>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jihad-dalam-jurnalistik/</link>
		<comments>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jihad-dalam-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ariyandi Gunawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogaryandi.wordpress.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ariyandi Gunawan Jihad dalam jurnalistik berarti mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyebarkan pemberitaan maupun isi siaran yang Islami di media massa cetak maupun elektronik. Jihad dalam jurnalistik dapat dilakukan dengan mendukung setiap upaya pergerakan politik Islam atau menyebarkan nilai-nilai Islam dalam setiap pemberitaan maupun isi siaran di media massa cetak maupun elektronik. Dan itu semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=134&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penulis</strong><strong>: Ariyandi Gunawan</strong></p>
<p>Jihad dalam jurnalistik berarti mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyebarkan pemberitaan maupun isi siaran yang Islami di media massa cetak maupun elektronik.<span id="more-134"></span></p>
<p>Jihad dalam  jurnalistik dapat dilakukan dengan mendukung setiap upaya pergerakan politik Islam atau menyebarkan nilai-nilai Islam dalam setiap pemberitaan maupun isi siaran di media massa cetak maupun elektronik. Dan itu semua harus dilakukan dengan sangat sungguh-sungguh dan dengan tujuan yang tiada lain hanya untuk mencari keridhaan Allah, firman-Nya: <em>“Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”</em>. (QS al-Ankabut [29]: 69).</p>
<p>Pada umumnya, kegiatan jurnalistik juga menjadi bagian dari jihad tatkala dikerjakan dalam rangka menegakan <em>amar ma’ruf nahi munkar</em>. Karena dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah saw bersabda: <em>“Seutama-utama jihad adalah kata-kata benar di hadapan penguasa yang zhalim.”</em> (HR. Abu Daud dan Bukhari).</p>
<p>Bahkan bekerja itu sendiri, bisa menjadi bagian dari jihad. Karena Rasulullah saw pernah melalui kelompok orang, para sahabat melihat ada seorang pemuda yang kuat dan giat dalam bekerja, mereka berkata: sekiranya hal tersebut dilakukan di jalan Allah? maka nabi saw bersabda:<em> “Jangan kalian ungkapkan itu; karena jika ia keluar dan bekerja untuk anaknya yang masih kecil maka ia termasuk jihad di jalan Allah, jika ia keluar bekerja untuk dirinya sendiri sehingga menjadi iffah (memiliki harga diri untuk tidak menjadi peminta-minta) maka ia berada di jalan Allah, dan jika ia keluar untuk bekerja karena riya dan sombong maka ia berada di jalan syaitan”. (H.R.Thabrani)</em></p>
<p>Jurnalis Muslim yang melaksanakan jihad dalam bidang pekerjaannya, berarti berpegang teguh dengan akidah Islam, serta peduli terhadap urusan umat Islam. Allah berfirman:<em>“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang maruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Bijaksana”.</em> (QS At Taubah [9] : 71).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogaryandi.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogaryandi.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogaryandi.wordpress.com&amp;blog=2353651&amp;post=134&amp;subd=blogaryandi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogaryandi.wordpress.com/2009/12/11/jihad-dalam-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1b8d5aaeffd3f26a44ee49b3fe1bc657?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogaryandi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
